PBNU Diminta Gelar Islah Nasional Tokoh yang Terbelah

Achmad Sakirin

Minggu, 13 Juli 2014 | 10:57 WIB
PBNU Diminta Gelar Islah Nasional Tokoh yang Terbelah
Logo Nahdlatul Ulama

Suara.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta komisi pemilihan umum (KPU) selaku penyelenggara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 tidak melakukan manipulasi suara.

"Kami tidak menolerir manipulasi suara pilpres, karena kalau hal itu dilakukan KPU berarti mereka mengkhianati amanat Tuhan, sebab suara rakyat adalah suara Tuhan, vox populi vox dei," kata Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah di Surabaya, Minggu (13/7/2014).

Ia menjelaskan PWNU meminta KPU untuk bertindak profesional dan bersikap adil sesuai dengan UU.

"Kepada KPU-lah, kenegarawanan pemimpin negeri ini dipertaruhkan," katanya.

Kepada masyarakat dan elit politik, PWNU Jatim mengimbau untuk bersikap dewasa dalam menunggu hasil keputusan resmi KPU, terutama kedua kandidat, untuk bersikap ksatria, teposliro, berlapang dada, dan bersabar untuk menunggu hasil resmi pada 22 Juli 2014.

"Kami (PWNU) juga meminta PBNU untuk mengadakan Islah Nasional untuk semua elit politik dan pemimpin bangsa serta tokoh masyarakat yang terbelah pada Pilpres 2014 akibat sengitnya persaingan yang bersifat 'head to head' itu," katanya.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, Jawa Timur itu menjelaskan islah nasional itu bisa diadakan dalam bentuk Istighatsah (doa memohon keselamatan) Nasional untuk mendoakan bangsa dan negara ini.

"Islah Nasional yang diadakan setelah keputusan resmi oleh KPU pada 22 Juli 2014 itu untuk menunjukkan bahwa terbentuknya kepemimpinan nasional melalui pilpres itu lebih penting untuk bangsa dan negara ini daripada sekadar kemenangan capres tertentu," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bawaslu: Pencoblosan Ulang di Sejumlah TPS Harus Dilakukan Secepatnya

Bawaslu: Pencoblosan Ulang di Sejumlah TPS Harus Dilakukan Secepatnya

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 10:35 WIB

Panwas Minta KPU Nabire Gelar Pencoblosan Ulang

Panwas Minta KPU Nabire Gelar Pencoblosan Ulang

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 07:54 WIB

Soal "Quick Count", LSI dan IRC Siap Diaudit

Soal "Quick Count", LSI dan IRC Siap Diaudit

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 05:21 WIB

Timses Jokowi-JK: Jumlah Sampel Pengaruhi Hasil Survei

Timses Jokowi-JK: Jumlah Sampel Pengaruhi Hasil Survei

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 02:26 WIB

Puskaptis Habiskan 1,2 Miliar Untuk Biayai "Quick Count"

Puskaptis Habiskan 1,2 Miliar Untuk Biayai "Quick Count"

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 01:28 WIB

Peneliti: Lembaga Survei yang Rilis "Quick Count" Perlu Diaudit

Peneliti: Lembaga Survei yang Rilis "Quick Count" Perlu Diaudit

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 01:16 WIB

Peneliti Tuding Lembaga Survei Saat Ini Berorientasi Pada Bisnis

Peneliti Tuding Lembaga Survei Saat Ini Berorientasi Pada Bisnis

News | Minggu, 13 Juli 2014 | 00:35 WIB

Terkini

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 13:30 WIB

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

News | Senin, 28 September 2026 | 13:16 WIB

×