Tiga Faktor Penentu Nasib Koalisi Merah Putih

Siswanto | Suara.com

Senin, 14 Juli 2014 | 16:09 WIB
Tiga Faktor Penentu Nasib Koalisi Merah Putih
Deklarasi dukungan terhadap Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa sebagai pasangan Capres Cawapres untuk Pemilu Presiden 2014 di Rumah Polonia Jalan Cipinang Cempedak Jakarta, Senin (19/5). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Pengamat politik Universitas Paramadina Jakarta, Arya Fernandes, mengatakan masa depan koalisi permanen Merah Putih yang hari ini dideklarasikan bakal ditentukan oleh tiga faktor.

Faktor yang pertama, kata Arya, hasil rekapitulasi suara dalam pemilu presiden secara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum.

"Kalau KPU menyatakan pasangan Prabowo menang, kemungkinan umur koalisi akan panjang. Tapi, kalau KPU menyatakan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang menang kemungkinan umurnya singkat," kata Arya kepada suara.com.

Faktor yang kedua, kata Arya, proses pra pembentukan kabinet pemerintahan yang baru juga akan berpengaruh pada koalisi Merah Putih.

"Kalau yang menang pasangan Jokowi-JK, tentu beberapa partai (anggota koalisi) akan pikirkan ulang nasib koalisi itu. Bisa saja mereka goyang," kata Arya.

Anggota koalisi, kata Arya, sangat berpotensi untuk pindah haluan bilamana mendapat tawaran dari pemerintahan Jokowi-JK.

Faktor ketiga yang juga mempengaruhi kekompakan koalisi, menurut Arya, yakni kondisi internal partai anggota koalisi sendiri.

"Beberapa partai akan hadapi munas, seperti Golkar. Kalau terjadi pergolakan, katakanlah Ical (Aburizal) digoyang, digeser atau diganti. Ini bisa membuat goyang. Golkar, saya kira akan memikirkan ulang," imbuhnya.

Selain Partai Golkar, menurut prediksi Arya, PPP juga berpotensi untuk goyang. Sama seperti Golkar, partai berlambang kabah ini juga memiliki sejarah konflik internal partai menjelang Pilpres 2014.

"Proses dukungan mereka terhadap salah satu kandidat lebih rumit. Kondisi mereka berbeda dengan anggota koalisi lain, seperti PKS atau PAN. Golkar dan PPP sempat ada pemecatan kader," kata Arya.

Koalisi Merah Putih terdiri dari tujuh partai, yaitu Gerindra, PPP, PAN, PKS, Golkar, PBB, dan Demokrat. Kecuali PBB, partai-partai ini memiliki kursi di DPR RI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sekjen Gerindra Tidak Tahu Masa Depan Koalisi Permanen

Sekjen Gerindra Tidak Tahu Masa Depan Koalisi Permanen

News | Senin, 14 Juli 2014 | 14:48 WIB

Deklarasi Koalisi Merah Putih, PKS: Kalah Menang Itu Nomor Dua

Deklarasi Koalisi Merah Putih, PKS: Kalah Menang Itu Nomor Dua

News | Senin, 14 Juli 2014 | 13:11 WIB

Tugas Berat Pertama Presiden Terpilih, Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Tugas Berat Pertama Presiden Terpilih, Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Bisnis | Senin, 14 Juli 2014 | 11:46 WIB

Terkini

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:25 WIB

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:22 WIB

KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan

KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:17 WIB

Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap

Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:52 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS

Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:46 WIB

Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz

Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:46 WIB

Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius

Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:31 WIB

Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit

Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, Rieke Desak Perpres Tata Kelola Kereta Api Segera Terbit

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:14 WIB