Kesalahan Lembaga Survei Saat Rilis "Quick Count" Pilpres 2014

Siswanto

Rabu, 16 Juli 2014 | 20:00 WIB
Kesalahan Lembaga Survei Saat Rilis "Quick Count" Pilpres 2014
Petugas memasang segel pada gembok kotak suara yang berisi logistik Pilpres. [Antara/Fikri Yusuf]

Suara.com - Pengamat informasi teknologi Marsudi Wahyu Kisworo menyebutkan sejumlah kesalahan yang dilakukan lembaga survei yang merilis hasil hitung cepat (quick count) dalam Pilpres 2014.

Dari segi teknis, Rektor Perbanas itu menerangkan adanya kesalahan penulisan margin of error yang hanya 1 persen dalam setiap hasil hitung cepat. Padahal, seharusnya margin of error 1 persen ditujukan untuk 10.000 - 15.000 sampel, bukan 2.000 atau 4.000 sampel. Hitungan ini keluar bila sampel utama atau total TPS di Indonesia mencapai ratusan ribu.

"Kalau sampelnya 2.000 margin of error - nya 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen," kata Marsudi dalam diskusi Menyoal Quick Count sebagai Kejahatan Demokrasi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta, Rabu (16/7/2014).

Adhie menambahkan bila sampel 2.000-4.000 tadi, dan perhitungan margin of error yang benar, yaitu 2,8. Dengan begitu, kalau hasilnya selisih di bawah 5,6 persen belum bisa disimpulkan siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Tapi, dia tidak mau mengatakan adanya manipulasi dari metode statistik yang digunakan lembaga survei itu.

"Tapi orang kan bisa menduga-duga, kalau margin of error - nya nggak benar, jangan-jangan hasilnya juga nggak benar. Praduga-praduga aja," tuturnya.

Selain masalah teknis, Marsudi juga melihat adanya kendala non-teknis yang mengakibatkan kesalahan. Di antaranya, ketika melibatkan ratusan petugas untuk mengambil data ke lapangan.

"Ketika mereka turun ke lapangan, kadang-kadang ada saja petugas yang nakal, misalnya males cari yang jauh. Atau, kedua dia punya prevensi calon nomor sekian, dia nyari sampel TPS yang basis nomor itu," katanya.

Atau, kesalahan ketiga non teknis lainnya, yaitu data yang diambil ketika penghitungannya belum tuntas karena beban petugas.

"Misalnya data penghitungan belum selesai, dia kemudian ingin ambil data di TPS lain, dia nggak mau nunggu dan datanya asal saja," kata dia.

"Jadi dengan kesalahan-kesalahan ini bisa juga menimbulkan kesimpulan yang salah," ia menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Dia Hasil Audit Lembaga Survei yang Rilis "Quick Count"

Ini Dia Hasil Audit Lembaga Survei yang Rilis "Quick Count"

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 19:41 WIB

Adhie Massardi: Lembaga Survei Bisa Jadi Benalu

Adhie Massardi: Lembaga Survei Bisa Jadi Benalu

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 19:15 WIB

KPU Klaim Berhasil Unggah 98,53 Persen Formulir C1

KPU Klaim Berhasil Unggah 98,53 Persen Formulir C1

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 19:08 WIB

Adhie Massardi: Lembaga Survei Bisa Dipidanakan

Adhie Massardi: Lembaga Survei Bisa Dipidanakan

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 18:51 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×