Bupati Karawang Diduga Peras Rp5 Miliar

Ardi Mandiri

Jum'at, 18 Juli 2014 | 22:50 WIB
 Bupati Karawang Diduga Peras Rp5 Miliar
Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memperlihatkan uang Rp1,5 miliar hasil OTT suap kepada Rahmat Yasin, (8/5). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Bupati Karawang Ade Swara diduga memeras perusahaan pengembang PT Tatar Kertabumi sebanyak Rp5 miliar, terkait perizinan penerbitan Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (SPPR) di Karawang.

"Sebetulnya nilai Rp5 miliar tapi dalam bentuk dolar," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Jumat (18/7/2014).

KPK menangkap Bupati Karawang Ade Swara dari dan istrinya Nur Latifah yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kabupaten Karawang kemarin di beberapa tempat di Karawang.

"ASW (Ade Swara) yaitu Bupati Karawang melalui istrinya NLF (Nur Latifah) menerima sejumlah uang dari pemerasan itu kemudian diambil oleh adik sepupu NLF," kata Ketua KPK Abraham Samad dalam konferensi pers tersebut.

KPK mendapatkan barang bukti sebesar 424.349 dolar AS yang terdiri dari pecahan 100 dolar sebanyak 4.243 lembar, pecahan 20 dolar AS sebanyak 2 lembar, pecahan 5 dolar AS sebanyak 1 lembar serta pecahan 1 dolar AS sebanyak 4 lembar.

"Tidak ada tawar-menawar, dalam kapasitas penyelenggara negara menetapkan nilai tertentu dan itu yang harus dipenuhi," tambah Bambang.

Sangkaan terhadap keduanya berasal dari pasal 12 e atau pasal 23 Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 421 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur mengenai penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Bagi mereka yang terbukti melanggar pasal tersebut diancam pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

"Kasus ini menunjukkan adanya kejahatan keluarga, dan ini sangat berbahaya ke depan. Jadi KPK tidak tidur, KPK tidak tinggal diam begitu saja melihat keadaan yang memprihatinkan di negara ini," tambah Abraham.

Informasi terakhir, PT Tatar Kertabumi pada Mei 2013 lalu diakusisi oleh PT Agung Podomoro Land Tbk melalui PT Pesona Gerbang Karawang dengan membeli 99,9 persn saham PT Tatar Kertabumi senilai Rp61 miliar. Luas lahan yang diakuisisi sekitar 5,5 hektar di Karawang untuk mengembangkan superblok mini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Kronologi Penangkapan Bupati Karawang

Kronologi Penangkapan Bupati Karawang

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 22:04 WIB

KPK: OTT di Karawang Tangkap Saudara Bupati

KPK: OTT di Karawang Tangkap Saudara Bupati

News | Jum'at, 18 Juli 2014 | 00:26 WIB

Pejabat yang Ditangkap KPK Berinsial BPT

Pejabat yang Ditangkap KPK Berinsial BPT

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 23:50 WIB

Demokrat Belum Tahu Anggotanya Ditangkap KPK

Demokrat Belum Tahu Anggotanya Ditangkap KPK

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 23:20 WIB

 KPK Dikabarkan Kembali Tangkap Pejabat Daerah

KPK Dikabarkan Kembali Tangkap Pejabat Daerah

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 22:45 WIB

Istri Suryadharma Ditanya KPK soal Rombongan Haji

Istri Suryadharma Ditanya KPK soal Rombongan Haji

News | Rabu, 16 Juli 2014 | 23:04 WIB

Jero Wacik Diperiksa KPK

Jero Wacik Diperiksa KPK

Foto | Rabu, 16 Juli 2014 | 16:09 WIB

Bima Arya Kaget Gaji Wali Kota Cuma Rp6 Juta

Bima Arya Kaget Gaji Wali Kota Cuma Rp6 Juta

News | Senin, 14 Juli 2014 | 11:39 WIB

Lapor ke KPK, Harta Wali Kota Bogor Turun Rp2 Miliar

Lapor ke KPK, Harta Wali Kota Bogor Turun Rp2 Miliar

News | Senin, 14 Juli 2014 | 11:22 WIB

KPK Jebloskan Djoko Susilo ke Penjara Sukamiskin

KPK Jebloskan Djoko Susilo ke Penjara Sukamiskin

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 23:17 WIB

Terkini

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kemenhut Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging di Kalteng Setelah 3 Bulan Buron

Kalbar | Kamis, 10 September 2026 | 09:02 WIB

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Veronica Tan Ungkap Pentingnya Peran Ibu Dampingi Anak di Masa Tumbuh Kembang

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Prabowo Lepas 430 Atlet Indonesia ke Asian Games 2026

Foto | Kamis, 10 September 2026 | 09:00 WIB

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Dony Oskaria Dengar Sewa Gedung Telkom oleh BGN di Atas Harga Pasar

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:59 WIB

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

800 Aset Pemprov Sultra Diduga Bermasalah, Kejati Turun Tangan

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 08:57 WIB

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman

Jakarta | Kamis, 10 September 2026 | 08:45 WIB

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Bogor Mulai Hari Ini

News | Kamis, 10 September 2026 | 08:43 WIB

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Saat Penerbangan Terganggu, Bus AKAP Jadi Solusi Penyelamat Perjalanan

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 08:39 WIB

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Ulasan Buku Krakatau: Ketika Dunia Meledak, Kisah Letusan Dahsyat 1883

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 08:35 WIB

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bulog Cirebon Kawal Bantuan Pangan ke Masyarakat, Pastikan Beras Diterima Penerima yang Berhak

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:25 WIB

×