Pengamat Politik: Posisi Jokowi-JK Sudah "Clear"

Siswanto | Suara.com

Sabtu, 26 Juli 2014 | 05:16 WIB
Pengamat Politik: Posisi Jokowi-JK Sudah "Clear"
Joko Widodo dan Jusuf Kalla di atas kapal layar, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Pengamat komunikasi politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta Gun Gun Aryanto menilai kemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Pilpres 2014 sudah aman, mengingat sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Menurut saya, dengan penetapan KPU kemarin, secara formal Pak Jokowi-JK sudah memenangi kontestasi. Sampai hari ini sejak 22 lalu, posisi Jokowi sudah clear. Itu, kan menunjukkan posisi Jokowi, terlepas dari ada ketidakpuasan dari kubu Prabowo,” kata Gun Gun kepada suara.com, Sabtu (26/7/2014).

Kalaupun kemudian Prabowo mengajukan gugatan ke MK, kata Gun Gun, itu merupakan hak konstitusional Prabowo yang harus dihormati banyak pihak.

“Artinya, nanti tinggal kubu Prabowo menunjukkan data kepada persidangan di MK, apa memang data klaim pelanggaran itu bisa dibuktikan atau tidak,” kata Gun Gun.

Saat ini, kata Gun Gun, kesempatan bagi kubu Prabowo untuk membuktikan klaim adanya kecurangan selama pilpres ke MK. Bila kelak ternyata bukti-bukti yang mereka bawa tidak kuat, lalu MK memutuskan tidak ada masalah dalam pilpres, maka kubu Prabowo harus menghormati.

“Sekarang sudah ke MK dan itu saya kira persoalannya secara de jure, secara hukum, dan de facto, tinggal tunjukkan kepada MK dan kalau memang tidak kuat, artinya tidak bisa mengubah dan MK putuskan tidak masalah dengan Jokowi, maka saya kira kubu Prabowo harus legowo,” kata Gun Gun.

KPU menetapkan Jokowi-JK menjadi pasangan presiden dan wakil presiden terpilih pada 22 Juli 2014 malam.

Suara yang diraih Jokowi – JK sebanyak 70.997.833 suara atau 53,15 persen dari suara sah secara nasional. Sedangkan kompetitor mereka, pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa hanya meraih 62.576.444 suara atau 46,85 persen dari suara sah nasional.

Namun, kubu Prabowo tidak puas dengan hasil pilpres, bahkan Prabowo menarik diri dari proses rekapitulasi suara yang sedang dilaksanakan KPU. Selanjutnya, kubu Prabowo mengajukan gugatan hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi dengan harapan hasil pemilu dibatalkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabinet Baru, Demokrat Ada di Wilayah Kanan Kiri Oke

Kabinet Baru, Demokrat Ada di Wilayah Kanan Kiri Oke

News | Sabtu, 26 Juli 2014 | 05:09 WIB

Demokrat: Gugatan Prabowo ke MK Bukan Soal Menang atau Kalah

Demokrat: Gugatan Prabowo ke MK Bukan Soal Menang atau Kalah

News | Sabtu, 26 Juli 2014 | 05:01 WIB

Trimedya: MK Sulit Kabulkan Gugatan Prabowo

Trimedya: MK Sulit Kabulkan Gugatan Prabowo

News | Sabtu, 26 Juli 2014 | 03:28 WIB

Terkini

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

Gelandang Botafogo Danilo Incar Satu Slot Timnas Brasil di Piala Dunia 2026: Banyak Pemain Top

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:38 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Intelijen Itu Alat Negara, Bukan Alat Emosi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:37 WIB

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Akan Disampaikan di Forum Dunia, 3 Poin tentang Kekerasan Anak yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:25 WIB

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

Militer AS Punya Program Lumba-Lumba Militer, Isu di Selat Hormuz Jadi Sorotan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:24 WIB

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:14 WIB

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:09 WIB

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:02 WIB

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:55 WIB