Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:29 WIB
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkuat sistem skrining guna mengantisipasi penyebaran hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius ke Indonesia.
  • Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan WHO untuk memperoleh panduan penanganan dan metode skrining virus yang dinilai cukup berbahaya tersebut.
  • Kemenkes fokus pada penguatan pengawasan data kesehatan serta menyiapkan perangkat deteksi dini meski reagen khusus belum tersedia luas.

Suara.com - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mulai mengantisipasi potensi penyebaran hantavirus yang dilaporkan mewabah di kapal pesiar mewah MV Hondius yang berlayar menuju Antartika. Ia menyebutkan bahwa pemerintah kini memperkuat sistem skrining untuk mendeteksi kemungkinan masuknya virus tersebut ke Indonesia.

Pemerintah RI juga sudah berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memperoleh panduan penanganan hingga metode skrining terhadap virus tersebut.

“Virus ini lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya,” kata Budi di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi sementara dari WHO, penyebaran hantavirus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

Pemerintah, lanjut Budi, kini juga mulai menyiapkan perangkat skrining agar deteksi hantavirus bisa dilakukan lebih cepat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni penggunaan rapid test maupun reagen PCR seperti saat pandemi Covid-19.

“Skriningnya kita punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak kita Covid dulu atau reagen yang digunakan di PCR,” imbuhnya.

Menurut Budi, kapasitas laboratorium di Indonesia saat ini juga telah lebih siap dibanding sebelumnya, karena mesin PCR sudah tersebar di berbagai daerah.

“Mesin reagen kita sudah banyak, jadi untuk deteksi virus ini harusnya lebih mudah,” ucapnya.

Meski begitu, pemerintah mengakui reagen khusus untuk mendeteksi hantavirus saat ini belum tersedia secara luas. Karena itu, Kemenkes masih memfokuskan langkah awal pada penguatan surveillance atau pengawasan data dan informasi kesehatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Harga HUAWEI FreeBuds SE 5 MAX di Indonesia Dibanderol Rp459 Ribu, Cek Apa Fiturnya

Harga HUAWEI FreeBuds SE 5 MAX di Indonesia Dibanderol Rp459 Ribu, Cek Apa Fiturnya

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 17:37 WIB

Foto Jokowi di Ijazah Berkacamata, Bolehkah? Ini Penjelasan UGM

Foto Jokowi di Ijazah Berkacamata, Bolehkah? Ini Penjelasan UGM

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:35 WIB

9 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam Usia 40 Tahun ke Atas

9 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 17:35 WIB

Miris! 1.550 Ekor Trenggiling Jadi Korban Perburuan, 779 Kg Sisiknya Dimusnahkan di Sumut

Miris! 1.550 Ekor Trenggiling Jadi Korban Perburuan, 779 Kg Sisiknya Dimusnahkan di Sumut

Sumut | Kamis, 05 November 2026 | 17:33 WIB

Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?

Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:32 WIB

Alasan Pemerintah Diminta Bebaskan Bea Masuk Impor LPG

Alasan Pemerintah Diminta Bebaskan Bea Masuk Impor LPG

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:31 WIB

Silmy Karim Klaim Sempat ke Kantor dan Lapas Cibinong Saat OTT, Lalu Sambangi Gedung KPK

Silmy Karim Klaim Sempat ke Kantor dan Lapas Cibinong Saat OTT, Lalu Sambangi Gedung KPK

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:31 WIB

Mahalnya Validasi Visual: Jebakan Beauty Standard yang Menguras Mental

Mahalnya Validasi Visual: Jebakan Beauty Standard yang Menguras Mental

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:30 WIB

Digelar di ICE BSD City, TEI 2026 Catat 45 Ribu Pengunjung

Digelar di ICE BSD City, TEI 2026 Catat 45 Ribu Pengunjung

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 17:24 WIB

Kevin Diks Absen Tiga Laga Beruntun, Ini Kondisi Terbarunya di Gladbach

Kevin Diks Absen Tiga Laga Beruntun, Ini Kondisi Terbarunya di Gladbach

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 17:24 WIB

×