DPR Amerika Serikat Tuntut Presiden Obama

Ruben Setiawan

Kamis, 31 Juli 2014 | 12:24 WIB
DPR Amerika Serikat Tuntut Presiden Obama
Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. [Shutterstock]

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat, yang didominasi oleh legislator dari Partai Republik sepakat untuk menuntut Presiden Barack Obama karena dinilai melanggar batas-batas kewenangannya sebagai presiden. Langkah itu ditentang oleh Presiden Barack Obama dan legislator dari Partai Demokrat.

Kesepakatan tersebut dicapai melalui voting yang dimenangkan 225 suara setuju melawan hanya 201 suara yang menolak. Mereka yang menolak adalah semua legislator Partai Demokrat dan lima legislator Partai Republik.

Mereka ingin menyeret Presiden Obama ke pengadilan lantaran dianggap tidak mematuhi hukum dalam menjalankan undang-undang tunjangan kesehatan yang dikenal dengan sebutan "Obamacare". DPR AS memberikan kuasa kepada juru bicara John Boehner untuk mengurus proses tuntutan hukum itu.

"Ini bukan tentang kaum Republik atau Demokrat, ini soal membela Konstitusi yang terhadapnya kita sudah diangkat sumpah untuk mempertahankannya," kata Boehner.

Kaum Republik menuding Obama bertindak layaknya "raja" dalam mengambil keputusan, termasuk di antaranya, menaikkan upah minimum bagi kontraktor federal, hingga memperpanjang tunjangan bagi pasangan sesama jenis. Namun yang akan menjadi materi tuntutan adalah persoalan kebijakan Obamacare. Pasalnya, menurut mereka, isu itu adalah yang paling berpotensi berhasil di sistem pengadilan federal.

Diserang sedemikian rupa, Obama tetap tenang. Ia bahkan menyindir bahwa mereka hanya menghabiskan waktu saja, padahal banyak isu-isu yang lebih mendesak.

"Berhentilah marah-marah terus, Berhenti, berhenti, berhentilah membenci terus setiap waktu," kata Obama dengan gaya khasnya dalam sebuah pidato di hadapan 1.500 orang di sebuah teater di Kota Kansas.

Obama menyebut tuntutan itu hanya bentuk drama politik menjelang tahun pemilihan umum. Ia juga mengatakan, itu hanya pengalihan isu saja dari masalah konstruksi jalan bebas hambatan dan krisis perbatasan.

Sejumlah pengamat politik juga menilai langkah Partai Republik itu sebagai manuver politik jelang Pemilu Legislatif yang akan digelar November mendatang. Mereka berupaya agar calon pemilih mengurungkan niat memberikan suara. Pasalnya, komposisi kaum Republik bisa berkurang jika banyak digantikan legislator dari kubu Demokrat. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

 Obama: Separatis Ukraina Penembak Jatuh MH17

Obama: Separatis Ukraina Penembak Jatuh MH17

News | Sabtu, 19 Juli 2014 | 01:26 WIB

Pengirim Surat Beracun ke Obama: Saya Tidak Berniat Jahat

Pengirim Surat Beracun ke Obama: Saya Tidak Berniat Jahat

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 21:16 WIB

Presiden SBY Bakal Bicarakan Gaza dengan Obama

Presiden SBY Bakal Bicarakan Gaza dengan Obama

News | Kamis, 17 Juli 2014 | 03:20 WIB

Obama: Serangan Hamas Tak Bisa Ditolerir

Obama: Serangan Hamas Tak Bisa Ditolerir

News | Selasa, 15 Juli 2014 | 09:38 WIB

Komedian AS Sebut Obama Gay dan Istrinya Transgender

Komedian AS Sebut Obama Gay dan Istrinya Transgender

News | Senin, 07 Juli 2014 | 12:39 WIB

Terkini

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Perluas Cerita, The Remarried Empress Rilis Side Story dan Kisah Alternatif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Rosan Tampik Danantara Hadir untuk Ambil Proyek Swasta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Daya Tarik Keuangan Syariah Jadi Pendorong Transformasi Ekonomi Nasional

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

Shame on You Raffi Ahmad! Dosen UBSI Protes Keras Acara Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Strategi Emiten Sawit Hadapi Masalah Sosial Imbas Karhutla

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:22 WIB

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

Raffi Ahmad Pesan Lawan Hoaks, Tapi Ada Mahasiswa Palsu di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

×