Suara.com - Para pejuang Palestina di Jalur Gaza memulai kembali serangan roket ke Israel Jumat (8/8/2014). Serangan itu dilakukan setelah perundingan yang diinisiasi Mesir itu, gagal memperpanjang gencatan senjata 72 jam.
Pihak kepolisian mengatakan, suara sirine peringatan serangan roket berbunyi di Israel selatan. System pencegat rudal militer "Iron Dome" menembak jatuh satu rudal di kota Ashkelon, Israel selatan.
Sementara Seorang juru bicara militer mengatakan, setelah gencatan senjata 72 jam, Hamas memulai kembali serangan roket ke Israel. Setidaknya 5 roket diluncurkan, satu dicegat di Ashkelon.
Israel sebelumnya mengatakan pihaknya bersedia menyetujui satu perpanjangan gencatan senjata sementara. Seorang juru bicara Hamas mengatakan faksi-faksi Palestina tidak menyetujui perpanjangan gencatan senjata, tetapi akan terus berunding di Kairo.
Palestina mendesak Israel menyetujui tuntutan-tuntutan mereka, termasuk pencabutan blokade terhadap Jalur Gaza, pembebasan para tahanan dan pembukaan kebali satu pelabuhan laut.
Sementara itu sayap bersenjata Hamas memperingatkan para perunding Palestina di Mesir untuk tidak menyetujui perpanjangan gencatan senjata, kecuali Israel menawarkan konsesi-konsesi, namun tidak ada tanda-tanda Israel melakukan langkah-langkah seperti itu.
Israel juga menegaskan akan membalas kekuatan penuh jika diserang.
"Israel akan bertindak dengan keras jika Hamas memulai kembali serangannya, menurut pikiran saya, kami harus lakukan itu. Saat ini mempertimbangkan dengan serius opsi menguasai Jalur Gaza untuk menyingkirkan pemerintah Hamas," kata Menteri Strategis Yuval Steinitz kepada Radio Militer. (Antara/Reuters)