Pengusaha Jepang Punya 13 Anak dari Rahim Perempuan Sewaan

Ruben Setiawan

Minggu, 10 Agustus 2014 | 20:33 WIB
Pengusaha Jepang Punya 13 Anak dari Rahim Perempuan Sewaan
Ilustrasi kaki bayi. (Shutterstock)

Suara.com - Kepolisian Thailand menemukan empat bayi yang lahir dari rahim ibu pengganti (surrogate) pada hari Jumat (8/8/2014). Dengan temuan itu, jumlah bayi surrogate yang ditemukan di Thailand menjadi 13 orang. Diduga, bayi-bayi tersebut adalah anak dari seorang pengusaha asal Jepang.

Sebelumnya, pada Selasa, polisi menemukan sembilan bayi surrogate lain di sebuah kondominium di Bangkok. Bersama bayi-bayi tersebut, polisi juga mengamankan para pengasuh dan seorang ibu surrogate yang sedang hamil. Sebagai informasi, surrogate mother adalah perempuan yang disewa rahimnya oleh pasangan suami istri lain lantaran rahim si istri mengalami gangguan fungsi sehingga tidak memungkinkan untuk hamil.

Seorang pengusaha Jepang diduga menjadi ayah dari ketiga belas bayi tersebut.

"Ia adalah ayah dari 13 bayi surrogate tersebut dan sudah berkali-kali datang ke Bangkok," kata Kolonel Polisi Napunwut Liamsanguan.

Skandal surrogate sedang marak di Thailand selama sepekan terakhir setelah terungkapnya kasus penelantaran bayi pengidap Down Syndrome. Bayi bernama Gammy tersebut ditinggalkan bersama ibu surrogatenya, sementara, kembarannya yang normal dibawa pulang kedua orangtuanya pulang ke Australia.

Kasus itu menjadi sorotan dunia internasional. Thailand sendiri belum memiliki undang-undang yang jelas mengenai praktik surrogate. Praktik tersebut diperbolehkan jika tidak dimanfaatkan untuk keperluan komersial.

Pihak berwenang juga sudah menggerebek sebuah klinik pembuahan in vitro (IVF) di Bangkok yang tidak memiliki izin. Saat didatangi polisi, klinik sudah kosong. Klinik tersebut diduga menjadi tempat praktik surrogate atas 13 bayi yang ditemukan polisi.

Jika terbukti bersalah, dokter klinik tersebut bisa dijebloskan ke penjara dan dikenai denda hingga 20.000 Baht atau sekitar Rp7,3 juta. Polisi juga menggerebek sebuah klinik lain yang melakukan praktik surrogate namun tidak memiliki izin. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Derita "Down Syndrome", Bayi Mungil Ditelantarkan Orangtua

Derita "Down Syndrome", Bayi Mungil Ditelantarkan Orangtua

News | Senin, 04 Agustus 2014 | 07:00 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×