Gunung Slamet Berstatus Siaga, Warga Jateng Diminta Tenang

Liberty Jemadu Suara.Com
Selasa, 12 Agustus 2014 | 22:11 WIB
Gunung Slamet Berstatus Siaga, Warga Jateng Diminta Tenang
Gunung Slamet mengeluarkan asap terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Pemalang, Jateng, Jumat (2/5). [Antara/Oky Lukmansyah]

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Slamet, Jawa Tengah, tetap tenang meskipun status gunung itu kembali ditingkatkan dari "Waspada" menjadi "Siaga".

"Masyarakat diimbau tenang dan tidak terpancing isu-isu. Hingga saat ini belum ada pengungsi," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif melalui siaran pers yang diterima Antara, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa malam (10/8/2014).

Ia mengharapkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes tetap terus ditingkatkan meskipun dalam sejarah letusan Gunung Slamet belum pernah terjadi erupsi besar.

Syamsul juga mengatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar menyempurnakan rencana kontinjensi erupsi Gunung Slamet.

Menurut dia, beberapa upaya yang sudah dilakukan BPBD Jawa Tengah adalah memerintahkan Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga mengumpulkan camat serta kepala desa/lurah untuk melakukan koordinasi.

"Stok logistik dan masker di BPBD Jateng besok pagi (Rabu, red.) akan dikirimkan ke lokasi," katanya.

Lebih lanjut, Syamsul mengatakan bahwa peningkatan status Gunung Slamet tersebut dilakukan karena adanya peningkatan kegempaan, suhu air panas, dan secara visual teramati letusan yang mengeluarkan semburan serta luncuran lava pijar hingga 1,5 kilometer ke arah barat daya yang dan disertai suara dentuman.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, tanggal 1-12 Agustus 2014 telah terjadi 478 kali gempa letusan atau 43 kali per hari serta 5.070 kali gempa hembusan atau rata-rata 456 kejadian per hari.

Selain itu, suhu di mata air Sicaya juga menunjukkan peningkatan karena terukur mencapai 61,7-62,3 derajat Celsius.

Oleh karena itu, kata Syamsul, terhitung sejak hari Selasa (12/8), pukul 10.00 WIB, status Gunung Slamet dinaikkan menjadi "Siaga" (level III) dari sebelumnya "Waspada" (level II).

"Kenaikan status ini ditetapkan oleh PVMBG Badan Geologi, dan telah dilaporkan kepada Kepala BNPB, BPBD Jawa Tengah, serta BPBD kabupaten di sekitarnya," kata dia menjelaskan.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa masyarakat, pendaki, dan wisatawan direkomendasikan untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah Gunung Slamet.

Menurut dia, potensi bahaya erupsi di radius 4 kilometer dari pusat erupsi menghasilkan material berukuran abu hingga lapili (berukuran 1-4 centimeter, red.), lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat, sedangkan material abu vulkanik dapat mencapai jarak 10 kilometer atau lebih tergantung pada arah angin.

Ia mengatakan bahwa erupsi yang menghasilkan aliran lava dan awan panas berpotensi terjadi di radius 4 kilometer. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI