Marzuki Alie Disebut Kecipratan Duit Nazaruddin

Laban Laisila

Senin, 18 Agustus 2014 | 14:16 WIB
Marzuki Alie Disebut Kecipratan Duit Nazaruddin
Ketua DPR Marzuki Alie. (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Mantan staf ahli Muhamad Nazaruddin di DPR, Nuril Anwar mengungkapkan dirinya pernah diperintahkan Nazar mengambil uang 500 ribu dolar Amerika untuk Marzuki Alie.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014), Nuril menuturkan, uang tersebut digelontorkan oleh bekas Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, saat Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010.

Nuril juga menceritakan kalau uang itu kemudian diberikan pada Marzuki Alie, yang pada saat itu maju juga sebagai calon Ketum Demokrat, selain Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Pengakuan itu disampaikan Nuril, dalam persidangan kasus dugaan penerimaan gratifikasi proyek Hambalang dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Anas Urbaningrum.

Anas Urbaningrum juga sempat yang bertanya langsung pada Nuril, merujuk pada berita acara pemeriksaan (BAP) Nuril saat diperiksa KPK.

"Pengambilan 23 Mei 2010, 500 ribu dolar Amerika, Nazar mengatakan uang diberikan ke Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng melalui Nurcahyo. Pemberian diketahui Edhie Baskoro (Ibas)?" tanya Anas.

Nuril menjawab, saat itu dirinya diminta mengambil uang tersebut oleh Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.

Kemudian, setelah uang itu diambil, da menanyakan pada bosnya bakal dibawa ke mana atau diberikan kepada siapa uang itu jika sudah diambil dari Yulianis.

"Ini uang untuk siapa? Ambil saja ini prinsip kita menebar kemana-mana. Saya mau ketemu Pak Marzuki dan tim Andi, Nurcahyo," papar Nuril.

Setelah uang itu diambil dari Yulianis, lanjut Nuril, uang tersebut dibawa ke Hotel Hyatt Bandung yang menjadi markas pemenangan Marzuki Alie. Di sanalah uang disebarkan untuk mendukung pencalonan Marzuki sebagai Ketum Demokrat.

Kemudian Anas kembali menantakan mengenai BAP nya yang menyatakan Nuril juga pernah mengambil uang senilai 100 ribu dan 500 ribu dolar. Uang itu kemudian dibagikan ke DPC Jawa Tengah.

"Saya dampingi Nazar untuk membagikan amplop-amplop itu kepada DPC-DPC tersebut, ada Jateng, Yogya, Jatim," jelas Nuril.

Mendengar jawaban itu, Anas mempertegas mengenai pembagian uang itu diperuntukan untuk dirinya atau pada dua calon yang lain.

"Ada pendukung Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng," tutup Nuril

Dalam perkara ini Jaksa menilai Anas menerima hadiah atau gratifikasi berupa satu unit mobil Toyota Harrier B 15 AUD senilai Rp670 juta dan satu unit mobil Toyota Vellfire B 69 AUD senilai Rp735 juta. Bekas Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) itu juga didakwa menerima uang sebesar Rp116,525 miliar dan 5,261 juta dolar Amerika.

Anas juga dituduh menerima fasilitas survei pemenangannya secara gratis dari PT Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sebesar Rp478,632 juta. Anas juga didakwa melakukan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebesar sebesar Rp20,8 miliar dan Rp3 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Cerita Anak Buah soal Rencana Nazaruddin Hancurkan Demokrat

Ini Cerita Anak Buah soal Rencana Nazaruddin Hancurkan Demokrat

News | Senin, 18 Agustus 2014 | 13:46 WIB

Yulianis: Uang Rp50 M ke Kongres Demokrat Bukan dari Hambalang

Yulianis: Uang Rp50 M ke Kongres Demokrat Bukan dari Hambalang

News | Senin, 18 Agustus 2014 | 13:14 WIB

Jarang Bantu Proyek, Nazaruddin Menyesal Anas Jadi Ketum Demokrat

Jarang Bantu Proyek, Nazaruddin Menyesal Anas Jadi Ketum Demokrat

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 18:31 WIB

Angelina Akui Ada Kesepakatan Pembagian Suap Hambalang

Angelina Akui Ada Kesepakatan Pembagian Suap Hambalang

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 16:30 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×