Ini Cerita Anak Buah soal Rencana Nazaruddin Hancurkan Demokrat

Laban Laisila

Senin, 18 Agustus 2014 | 13:46 WIB
Ini Cerita Anak Buah soal Rencana Nazaruddin Hancurkan Demokrat
Muhammad Nazaruddin, bersilaturahmi dengan warga binaan lainnya usai sholat Idul Fitri 1435 H di Lapas Klas 1 Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/7). [Antara/Novrian Arbi]

Suara.com - Mantan staf ahli Muhamad Nazaruddin di DPR, Nuril Anwar menceritakan keinginan Nazarudin yang ingin menghancurkan Partai Demokrat, apabila partai yang kini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak memberikan bantuan hukum.

Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor, Senin (18/8/2014), terkait kasus korupsi proyek Hambalang untuk terdakwa bekas Ketum Demokrat Anas Urbaningrum, Nuril bercerita kalau ancaman itu menyusul tertangkapnya Mindo Rosalina Manulang.

Peristiwa itu pula yang mengawali proses pelarian Nazar ke Singapura. Nuril mengaku mendapat keterangan langsung dari Nazaruddin yang kini sudah menjadi terpidana.

"Pada peristiwa tertangkapnya Mba Rosa (Mindo Rosalina Manulang) di Kemenpora, sampai saat itu dia semakin gelisah, semakin bingung bagaimana untuk antisipasi ini semua," cerita Nuril.

Menurut Nuril, Nazaruddin sebelum ke Singapura terlebih dulu menghadap Marzuki Alie pada Mei 2010.

"Dia bercerita kepada saya pada saat itu yang sangat pasang badan adalah pak Marzuki. Saya sebagai stafnya mendengar saja," tambah Nuril.

Setelah itu Nazar kembali ke ruangannya dan menyerahkan berkas ke Nuril. Namun berkas yang disebut Nuril hilang di lantai sembilan DPR.

"Dia cerita kalau saya tidak dibantu, partai ini akan saya hancurkan. Partai Demokrat ini akan saya hancurkan. Jadi bukan hanya saya yang hancur tapi semua saya hancurkan," jelas Nuril mengulang pernyataan bekas bosnya tersebut.

Malamnya, pada hari yang sama, Nazaruddin kabur ke Singapura. Nuril mengaku tetap berkomunikasi dengan Nazar melalui telepon dan BlackBerry Messenger (BBM).

Dari percakapan, Nazar ingin membuat skenario menjatuhkan Anas dari posisi Ketua Umum dan menjadikan Marzuki Alie sebagai penggantinya.

"Dia sampaikan, ‘Ril (Nuril) pak Anas sudah tidak komit. Jadi kita adakan KLB (Kongres Luar Biasa)," bebernya.

Tetapi Nuril juga sempat meragukan pernyataan Nazarudin terkait pergantian ketua Umum, karena Anas baru saja terpilih ketua umum partai demokrat. Tetapi, Nazarudin mengatakan semuanya bisa saja terjadi, meskipun baru terpilih.

"Saya katakan, emang bisa Pak, kan baru terpilih ketua umumnya," tanya Nuril.

"Semuanya bisa saja terjadi," jawab Nazarudin.

Kemudian Anas pun melanjutkan pertanyaan ke Nuril Anwar terkait percakapan via Skype yang menyerang dirinya.

"Menjelang rakernas, ada beberapa kali serangan dilancarkan ke saya termasuk skype, saksi tahu?," tanya Anas ke Nuril.

"Memang skenario busuk ini sudah lama settingnya di Singapura. Ketika skype itu dengan Iwan Pilliang itu memang sudah dirancang dengan sangat rapi. Itu memang skenario untuk menjatuhkan mas Anas dari ketum," jawab Nuril di persidangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yulianis: Uang Rp50 M ke Kongres Demokrat Bukan dari Hambalang

Yulianis: Uang Rp50 M ke Kongres Demokrat Bukan dari Hambalang

News | Senin, 18 Agustus 2014 | 13:14 WIB

Jarang Bantu Proyek, Nazaruddin Menyesal Anas Jadi Ketum Demokrat

Jarang Bantu Proyek, Nazaruddin Menyesal Anas Jadi Ketum Demokrat

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 18:31 WIB

Angelina Akui Ada Kesepakatan Pembagian Suap Hambalang

Angelina Akui Ada Kesepakatan Pembagian Suap Hambalang

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 16:30 WIB

Hakim Tipikor Bakal Panggil Paksa Nazaruddin

Hakim Tipikor Bakal Panggil Paksa Nazaruddin

News | Kamis, 14 Agustus 2014 | 15:24 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×