Gencatan Senjata Gagal, Pertempuran Baru Pecah di Gaza

Laban Laisila | Suara.com

Rabu, 20 Agustus 2014 | 07:19 WIB
Gencatan Senjata Gagal, Pertempuran Baru Pecah di Gaza
Reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Palestina, Kamis (10/7). [Antara/REUTETRS/Ibraheem Abu Mustafa]

Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan untuk menyerang target-target teror di Jalur Gaza setelah roket-roket dari arah Palestina mendarat di negara Yahudi itu Selasa (19/8/2014) waktu setempat, di saat terjadinya gencatan senjata guna membicarakan perdamaian di kawasan itu.

Seorang pejabat mengatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan tim perundingnya di Mesir untuk pulang.

Tiga roket menghantam bagian selatan Israel di dekat kota Beersheba, hampir delapan jam sebelum gencatan senjata akan berakhir.

Sejauh ini belum ada klaim siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut atas serangan yang tidak menimbulkan korban jiwa itu.

Juru bicara Hamas di Jalur Gaza, Sami Abu Zuhri mengatakan, pihaknya tak mengetahui adanya serangan roket tersebut.

"Serangan roket ini merupakan pelanggaran langsung dan berat terhadap gencatan senjata," kata Mark Regev, juru bicara Netanyahu.

Seorang juru bicara militer lainnya mengatakan, bakal merespon serangan roket itu dengan melakukan aksi balasan terbaru terhadap sasaran teror di Jalur Gaza.

Koresponden kantor berita Reuters melihat satu pesawat tempur Israel menembakkan peluru kendali di bagian timur Gaza City dan asap membubung dari kawasan itu.

Para saksi mata lain mengatakan beberapa serangan udara dilancarkan di kawasan tersebut.
Pada 8 Juli, Israel melancarkan serangan terhadap gerakan Hamas sebagai tanggapan atas serangan roket kelompok-kelompok gerilyawan.

Pada 17 Juli, Israel beralih ke serangan darat untuk menghancurkan jaringan-jaringan terowongan Hamas di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.

Sekitar 1.900 orang telah tewas di Gaza sejak awal Israel menggelar operasi militer, terutama warga sipil.

Selama ini, Israel telah kehilangan 64 tentara, dengan tiga warga sipil lainnya tewas di negara Zionis itu. (Reuters/Novosti /Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Gaza: Demi Allah, Orang Indonesia Sangat Mulia!

Warga Gaza: Demi Allah, Orang Indonesia Sangat Mulia!

News | Selasa, 19 Agustus 2014 | 19:15 WIB

Gencatan Senjata di Jalur Gaza Hanya Diperpanjang 24 Jam

Gencatan Senjata di Jalur Gaza Hanya Diperpanjang 24 Jam

News | Selasa, 19 Agustus 2014 | 06:21 WIB

Hancurkan Terowongan Hamas, Israel Bakal Bangun "Iron Spade"

Hancurkan Terowongan Hamas, Israel Bakal Bangun "Iron Spade"

News | Senin, 18 Agustus 2014 | 14:08 WIB

Iran Serukan Dunia Desak Pencabutan Blokade Gaza

Iran Serukan Dunia Desak Pencabutan Blokade Gaza

News | Senin, 18 Agustus 2014 | 09:47 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB