KontraS: Jokowi-JK Jangan Lupakan Kasus HAM

Ardi Mandiri

Minggu, 24 Agustus 2014 | 16:28 WIB
KontraS: Jokowi-JK Jangan Lupakan Kasus HAM
Pasangan Jokowi-JK saat menghadiri Halal bihalal Partai Nasional Demokrat bersama relawan Jokowi-JK di Jakarta, beberapa waktu lalu. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan dan Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla (JK) untuk menangani masalah HAM. KontraS memberikan penilaian buruk soal HAM pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Penilaian Presiden SBY, kalau kita beri nilai C- atau D+, ini untuk akademis adalah nilai yang buruk. Indokatornya jelas, tidak ada kasus penegakan hukum HAM yang selesai. Kekerasan meningkat, aktor pelaku kekerasan HAM bertambah, secara geografis kewilayahan meluas, frekuensinya meningkat. Satu tingkat positif dari pemerintahan adalah mempromosikan masalah HAM, tapi di sisi lain digrogoti oleh virus peraturan perundang-undangan yang mengurangi kebebasan sipil dan politik," tutur Wakil Kordinator KontraS, Chrisbantoro, dalam konfrensi persnya di Kantor KontraS, Menteng, Jakarta, Minggu (24/8/2014).

Kordinator KontraS, Haris Azhar, menambahkan, Pemerintahan Jokowi-JK harus bisa menjalankan agenda HAM dengan baik.

Harris pun mempertanyakan tujuan pembentukan tim transisi yang dibuat Presiden SBY. Dia takut, ada agenda khusus yang ingin dimasukan Presiden SBY kepada Jokowi-JK.

"Apa yang ditransisikan? Melihat pemerintahan sebelumnya (Presiden SBY), kami mengkritik Jokowi-JK untuk tidak menjalankan sejumlah program Presiden SBY, apalagi terkait HAM," kata Haris.

Selain itu, dia mencatat ada beberapa yang urgensinya supaya bisa dijalankan pada pemerintahan Jokowi-JK nanti. Di antaranya, Jokowi-JK untuk tidak akomodatif dengan nama-nama tertentu yang terlibat dan bertanggungjawab dalam beberapa kasus HAM, yaitu Wiranto dan Hendropriyono.

"Kedua, Kami minta Jokowi-JK, juga menyusun konsep komite penanganan pelaggaran HAM berat. Komite ini nantinya untuk mendorong proses hukum HAM supaya berjalan dengan baik," katanya.

Dia melanjutkan, KontraS meminta Jokowi-JK, supaya segera menyusun komite nasional penyelesaian sengketa agraria. Komite ini penting untuk mediasi kasus sengketa tanah, akses keadilan klarifikasi hak penggunaan tanah yang bersengketa, serta untuk pembebasan aktivisi lingkungan yang ditangkap.

"Kami juga meminta supaya Tim Pencari Fakta (TPS) untuk Munir dibuka. Itu dulu janji Presiden SBY, tapi sampai sekarang belum melakukan apa-apa. Jokowi-JK harus bisa menindaklanjutinya," kata Haris.

Kemudian, Jokowi-JK diharapkan bisa memberikan kekebasan HAM, khususnya kebebasan beragama sekaligus untuk dijadikan rangkaian panjang hak asasi terhadap minoritas.

"Kami juga meminta Jokowi-JK mengadakan penegakan dan pengamanan hukum dan HAM di Papua dan Aceh," tuturnya.

Juga, sambung Haris, KontraS memberikan masukan untuk kabinet Jokowi-JK nanti untuk di sejumlah posisi, diharapkan memiliki latar belakang HAM.

"Yang penting Menkopolhukam, Menteri Agama, Jaksa Agung, Menkumham, Kepala BPN, tahu soal HAM. Khusus Menkumham, orang yang kerja di HAM bukan pengacara," katanya.

Sejumlah masukan ini, kata Haris, akan diberikan kepada Jokowi-JK langsung bukan melewati Rumah Transisi bentukan Jokowi. "Kita akan serahkan langsung ke Jokowi," tutur Haris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Muhammadiyah Tegaskan Bersikap Kritis Pada Kebijakan Jokowi Soal Islam

Muhammadiyah Tegaskan Bersikap Kritis Pada Kebijakan Jokowi Soal Islam

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 15:32 WIB

Pengamat : Jokowi Diharap Komitmen Membentuk Kabinet Ahli

Pengamat : Jokowi Diharap Komitmen Membentuk Kabinet Ahli

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 13:48 WIB

Jokowi Bantah Berselisih dengan JK

Jokowi Bantah Berselisih dengan JK

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 13:23 WIB

Jokowi Bingung Pilih Mercy atau Kijang

Jokowi Bingung Pilih Mercy atau Kijang

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 13:13 WIB

Jadi Presiden, Jokowi Bakal Rancang Bajunya Sendiri

Jadi Presiden, Jokowi Bakal Rancang Bajunya Sendiri

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 13:04 WIB

Mellisa Berharap Jokowi - JK Perhatikan Kasus Kekerasan Seks Anak

Mellisa Berharap Jokowi - JK Perhatikan Kasus Kekerasan Seks Anak

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 11:08 WIB

Ini yang Dilakukan Ruhut Jika Masuk Kabinet Jokowi-JK

Ini yang Dilakukan Ruhut Jika Masuk Kabinet Jokowi-JK

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 15:57 WIB

Jokowi: Relawan Dipertahankan untuk Mengawasi Pemerintahan

Jokowi: Relawan Dipertahankan untuk Mengawasi Pemerintahan

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 15:35 WIB

Satu Partai Pendukung Prabowo Dipastikan Gabung ke Jokowi-JK

Satu Partai Pendukung Prabowo Dipastikan Gabung ke Jokowi-JK

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 13:04 WIB

Ada Kader PAN yang Mulai Dukung Jokowi-JK

Ada Kader PAN yang Mulai Dukung Jokowi-JK

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 12:53 WIB

Terkini

Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

Pegasus Dipakai Polisi Israel Memata-matai Warganya, Sekarang Dipakai Listyo Sigit Cs Sadap Prabowo?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:19 WIB

Kenapa Listyo Sigit Prabowo Ditangkap? Eks Kapolri Terlama di RI Kini Ditahan Polisi

Kenapa Listyo Sigit Prabowo Ditangkap? Eks Kapolri Terlama di RI Kini Ditahan Polisi

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:19 WIB

Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan Masif ke Jakarta, Mabes TNI Buka Suara soal Isu Siaga 1

Puluhan Ribu Prajurit TNI Dikerahkan Masif ke Jakarta, Mabes TNI Buka Suara soal Isu Siaga 1

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:18 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Tak Banyak yang Tahu, Bahan Baku Menu McDonalds Indonesia Banyak Berasal dari Petani Lokal

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Kisah Desty: Berjuang Melawan Skizoafektif hingga Sempat Lepas Obat, Kini Kembali Mengajar

Kisah Desty: Berjuang Melawan Skizoafektif hingga Sempat Lepas Obat, Kini Kembali Mengajar

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata

Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026: Saatnya Cinta Jadi Tindakan Nyata

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:16 WIB

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

Detik-detik Listyo Sigit Dijemput Pagi Buta versi Mahfud MD

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:13 WIB

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

Jurus Rahasia SBY saat Disadap: Saya Komunikasi Pakai Caraka

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Sadar Nggak? Kamu Sedang Diperbudak Algoritma Lewat Skandal Artis

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:11 WIB

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

Kasus Sadap Prabowo, Kapolri Didesak Bersih-bersih dan Usut Tuntas 'Gerombolan' Listyo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:10 WIB

×