BNPT Desak Pemerintah Tegas Menghukum Pendukung ISIS

Arsito Hidayatullah

Selasa, 26 Agustus 2014 | 01:18 WIB
BNPT Desak Pemerintah Tegas Menghukum Pendukung ISIS
Diskusi bertema "Umat Beragama & Kepercayaan Menolak ISIS Demi Keutuhan NKRI", di Jakarta, awal Agustus 2014 lalu. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol (Purn) Ansyaad Mbaai, mendesak agar pemerintah Indonesia langsung bertindak tegas terhadap para pendukung organisasi Islamic State (IS) atau yang sebelumnya dikenal juga dengan nama Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Ansyaad, pendukung ISIS bisa dikenai pasal 23 huruf (f) Undang-Undang (UU) No.12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI, yang berbunyi bahwa Warga Negara Indonesia akan kehilangan kewarganegaraan jika secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut.

"Tinggal sekarang bagaimana menegakkannya. Pilihan ada pada pemerintah, mau tegas langsung atau persuasif dulu. Kalau saya sendiri, lebih baik langsung cabut saja warga negaranya. Saya yakin orang-orang ini (pendukung ISIS) tidak tahu apa akibat kalau dicabut kewarganegaraannya," kata Ansyaad, Senin (25/8/2014), dalam diskusi "Foreign Policy Community of Indonesia: Indonesia Merespons Ancaman ISIS", di Jakarta.

Ansyaad mengungkapkan, para pendukung ISIS yang sudah teridentifikasi sebagian besar merupakan mantan teroris yang pernah beroperasi di Indonesia bahkan pernah ditahan. "Orang-orang lama" itu, sebut Ansyaad, terlibat dalam beberapa aksi teror yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

"Mereka ini orang yang sama, yang harusnya sudah dicabut kewarganegaraannya, tapi itu belum dilakukan (pemerintah). Mereka tunduk terhadap suatu kekuasaan dari negara lain. Warga negara apa ini? Sekarang kita mau manis-manis membujuk seperti pada anak kecil, atau mau tegas?" sambung Ansyaad.

Berdasarkan data yang diidentifikasi BNPT, Ansyaad menyebut terdapat 34 orang Indonesia yang sudah dibaiat atau disumpah oleh ISIS, yang sebagian besar merupakan tokoh-tokoh teroris yang telah beroperasi di Indonesia.

"Bahayanya bukan hanya di sana, tapi sekembalinya mereka ke Tanah Air. Apa yang akan terjadi? Kita punya pengalaman buruk di Afghanistan. Sampai di sini, mereka melakukan organisasi yang melakukan aksi teror. Ini yang perlu kita waspadai," ujar Ansyaad.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menegaskan, warga negara Indonesia yang mendukung ISIS akan diganjar konsekuensi hukum. Namun, ia mengaku belum bisa memastikan apakah sanksi hukumnya langsung penghilangan kewarganegaraan, atau melalui tahap proses lain dulu.

"Kalau mereka kembali, ada konsekuensi hukum. Mereka tidak boleh angkat senjata untuk memerangi negara lain. Hukumnya ada. Dan sudah ada wacana pencabutan warga negara. Dari segi hukum memungkinkan. Namun apakah jadi kebijakan atau tidak, masih dibahas," jelas Dino.

Menurut Dino, pemerintah lewat Kementerian Luar Negeri juga akan menggelar rapat khusus bersama duta besar dari negara-negara Timur Tengah dan negara lain yang aktif melawan ISIS. Hal ini menurutnya penting, karena untuk mencegah pergerakan ISIS diperlukan kerja sama internasional.

"Awal September, Kemenlu akan rapat khusus dubes negara-negara Timur Tengah dan negara lain yang aktif melawan ISIS. Kami akan koordinasi dan bertukar informasi," kata mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) itu. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Dino Patti Djalal: Sebenarnya Ada Alat Pendeteksi Kebakaran di Istana, Presiden Bisa Pantau

Video | Jum'at, 18 September 2026 | 11:17 WIB

Seskab Teddy Disorot Usai Main Pulpen di Depan Putin, Dino Patti Djalal Beri Dukungan

Seskab Teddy Disorot Usai Main Pulpen di Depan Putin, Dino Patti Djalal Beri Dukungan

Video | Kamis, 10 September 2026 | 16:26 WIB

Tak Minta Kado Mewah, Dino Patti Djalal Tantang Netizen Lakukan Ini di Hari Ulang Tahunnya

Tak Minta Kado Mewah, Dino Patti Djalal Tantang Netizen Lakukan Ini di Hari Ulang Tahunnya

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 15:05 WIB

Dino Patti Djalal Nasihati Seskab Teddy Main Pulpen di Hadapan Putin

Dino Patti Djalal Nasihati Seskab Teddy Main Pulpen di Hadapan Putin

News | Rabu, 09 September 2026 | 10:48 WIB

Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi

Jejak Ulta Levenia dari Peneliti Teroris Jadi Deputi Bakom Kini Ramai Gegara Teori Konspirasi

Entertainment | Selasa, 08 September 2026 | 12:24 WIB

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

News | Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB

Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris

Tiru Inggris dan AS, RUU Perampasan Aset Bakal Sasar Bandar Narkoba Hingga Teroris

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:20 WIB

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

BNPT Ungkap 620 Anak Terpapar Paham Terorisme, Tersebar di 30 Provinsi

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:47 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

Kemarin Siksa Aktivis GSF, Kini Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Tahanan Teroris

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Terkini

Usai Terjaring OTT, KPK Tetapkan Bupati Klaten Hamenang sebagai Tersangka

Usai Terjaring OTT, KPK Tetapkan Bupati Klaten Hamenang sebagai Tersangka

Foto | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Kalahkan Persiba Tiga Gol, Kendal Tornado FC Ambil Alih Puncak Klasemen

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:33 WIB

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Menggambar Bukan Sekadar Bermain, Ini Manfaatnya untuk Imajinasi Anak

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:26 WIB

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

UMKM Binaan Astra Catat Transaksi Ekspor Rp400 Miliar, Bidik Pasar Global

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×