Golkar Hancur Jika Gabung ke Jokowi-JK

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 27 Agustus 2014 | 08:11 WIB
Golkar Hancur Jika Gabung ke Jokowi-JK
Wakil Bendahara Umum Partai Golkar. Bambang Soesatyo. (suara.com/KurniawanMas'ud)

Suara.com - Partai Golkar berada di ambang kehancuran apabila memutuskan untuk bergabung dengan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla dan kembali masuk ke pemerintahan.

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengatakan, dalam 10 tahun terakhir berada di dalam pemerintahan, suara Partai Golkar selalu anjlok di pemilu legislatif.

Karena itu, Bambang berharap Golkar meniru langkah PDI Perjuangan yang menjadi oposisi dalam lima tahun terakhir dan berhasil menjadi pemenang dalam pemilu legislatif 2014.

“Golkar akan hancur apabila tidak mau mengubah tradisi menjadi partai oposisi. Suara Golkar terus tergerus selama berada di dalam pemerintahan. Saya yakin, Golkar hanya perlu waktu lima tahun di luar pemerintahan untuk bisa kembali menjadi pemenang dalam pemilu legislatif. Karena itu, saya berharap Golkar mengukir sejarah dengan menjadi partai oposisi dalam pemerintahan Jokowi-JK,” kata Bambang kepada suara.com di ruang kerjanya di Gedung DPR, Selasa (26/8/2014).

Bambang menambahkan, suara Partai Golkar di pemilu legislatif tergerus karena harus mendukung semua kebijakan pemerintah. Contohnya ketika Presiden SBY memutuskan untuk menaikkan harga BBM.

“Golkar sebenarnya keberatan dengan keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, tetapi karena Golkar adalah parpol pendukung pemerintah maka kebijakan itu kita dukung. Coba lihat PDI Perjuangan yang menolak kenaikan BBM, mereka justru mendapatkan simpati dari masyarakat dan akhirnya bisa menang di pileg 2014,” ujarnya.

Pada pemilu 2004, Golkar yang keluar sebagai pemenang pemilu legislatif memutuskan untuk menjadi pendukung SBY-JK setelah pasangan mereka Wiranto-Salahudin Wahid kalah di pemilu presiden. Hal yang sama juga dilakukan pada 2009 ketika pasangan JK-Wiranto kalah dan Golkar mendukung pasangan SBY-Boediono.

Pada pemilu 2014, Golkar mendukung pasangan Prabow-Hatta yang kalah dari pasangan Jokowi-JK. Sejumlah kader Partai Golkar mendesak pengurus partai untuk mengalihkan dukungan kepada pasangan Jokowi-JK dan kembali masuk ke pemerintahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Candaan JK soal Rekor Pilpres dan Ketua Umum Partai

Candaan JK soal Rekor Pilpres dan Ketua Umum Partai

News | Rabu, 27 Agustus 2014 | 07:13 WIB

Di Acara Silaturahmi Relawan, Jokowi Merasa Seperti Masih Kampanye

Di Acara Silaturahmi Relawan, Jokowi Merasa Seperti Masih Kampanye

News | Rabu, 27 Agustus 2014 | 07:06 WIB

Akbar Tandjung: Tak Ada Tawaran Bergabung ke Kubu Jokowi - JK

Akbar Tandjung: Tak Ada Tawaran Bergabung ke Kubu Jokowi - JK

News | Selasa, 26 Agustus 2014 | 13:56 WIB

Terkini

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

Ngaku Mau Damai, Donald Trump Masih Mau Iran Ganti Rezim

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 07:09 WIB

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

Donald Trump Bohong, Iran: Yang Mulai Perang kan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:48 WIB

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 06:36 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:53 WIB