Korupsi Hambalang, Machfud Bantah Titip Duit Buat Anas Urbaningrum

Laban Laisila

Jum'at, 29 Agustus 2014 | 22:07 WIB
Korupsi Hambalang, Machfud Bantah Titip Duit Buat Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Direktur Utama PT Dutasari Citra Laras Machfud Suroso membantah kalau dirinya meminta, bekas supirnya Yanto untuk mengantarkan sejumlah kepada terdakwa korupsi Hambalang, Anas Urbaningrum.

Hal itu diungkapkan Machfud dalam kesaksiannya di sidang lanjutan kasus Hambalang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Dia malah balik menuding kalau ingatan Yanto sudah tidak sempurna dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Karena Yanto satu tahun yang lalu menderita stroke, dia punya istri dua, dia gak mampu mencukupi kebutuhan biologis istrinya jadi dia sering minum obat kuat, telur bebek yang banyak, pernah satu kali  langsung pingsan di garasi saya, sejak saat itu kenormalannya berkurang dan ingatan memorinya juga," tuding Machfud di persidangan.

Machfud juga mengelak kalau dia pernah menitipkan uang kepada siapapun untuk terdakwa kasus gratifikasi bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu.

"Gak bisa dipertanggungjawabkan. Saya tak pernah memberikan apapun dan ke siapa pun untuk Anas,” serunya.

Namun hakim Haswandi yang memimpin sidang meragukan keterangan Machfud. Menurut Hakim tak mungkin seorang yang menderita stroke dapat mengendarai mobil.

"Ya tapi nggak apa-apa, keterangan saudara berbeda dengan yang lain. Kalau ada keterangan yang berbeda itu tugas kami, kami akan mempertimbangkan," kata Hakim Haswandi.

Seperti diketahui, pada keterangan saksi Yanto pada kamis (28/8/2014), kemarin mengatakan bahwa Machfud  tiga kali memberikan uang ke Anas.

Yanto saat diberitahu kalau isi dalam kantong plastik hitam adalah uang yang ingin diantar ke rumah Anas di Duren Sawit.

Anas dalam perkara ini diduga menerima "fee" sebesar 7-20 persen dari Permai Grup yang berasal dari proyek-proyek yang didanai APBN dalam bentuk satu unit mobil Toyota Harrier senilai Rp670 juta,satu unit mobil Toyota Vellfire seharga Rp735 juta, kegiatan survei pemenangan Rp478,6 juta dan uang Rp116,52 miliar dan 5,26 juta dolar AS dari berbagai proyek.

Anas juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) harta kekayaannya hingga mencapai Rp23,88 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Machfud: Saya Tidak Sedih yang Mulia, Saya Hanya Menangis

Machfud: Saya Tidak Sedih yang Mulia, Saya Hanya Menangis

News | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 21:55 WIB

Mahfud: Anas Tak Merugikan, Juga Tak Menguntungkan

Mahfud: Anas Tak Merugikan, Juga Tak Menguntungkan

News | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 19:37 WIB

Anas: 'Clear' Tidak Ada Dana Ke saya dari Hambalang

Anas: 'Clear' Tidak Ada Dana Ke saya dari Hambalang

News | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 17:59 WIB

Anas Bantah Pergi ke Singapura Dibiayai PT Dutasari Citra Laras

Anas Bantah Pergi ke Singapura Dibiayai PT Dutasari Citra Laras

News | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 17:32 WIB

Terkini

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

×