Israel Rampas 400 Hektar Lahan Warga Palestina

Ruben Setiawan

Senin, 01 September 2014 | 17:09 WIB
Israel Rampas 400 Hektar Lahan Warga Palestina
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Reuters/Amir Cohen)

Suara.com - Israel merampas 400 hektar lahan di kawasan Tepi Barat pada hari Senin (1/9/2014). Perampasan lahan itu merupakan yang terbesar dalam 30 tahun terakhir.

Sekitar 400 hektar lahan di daerah pemukiman Yahudi Etzion di selatan Kota Betlehem dinyatakan Israel sebagai "tanah negara". Klaim itu dikeluarkan berdasarkan instruksi dari eselon politik Administrasi Sipil yang dijalankan oleh militer Israel.

Di lokasi tersebut, sudah berdiri pemukiman warga Yahudi yang dikenal dengan nama "Gevaot". Lahan tersebut sebenarnya telah dirampas oleh Israel sejak tahun 2000. Tahun lalu, Israel membuka tender untuk pembangunan perumahan di lokasi tersebut.

Pemberitahuan itu dikeluarkan pada hari Senin tanpa memberikan alasan yang jelas. Israel Radio mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai respon terhadap penculikan dan pembunuhan tiga remaja Yahudi oleh Hamas di wilayah tersebut pada bulan Juni lalu.

Tentu saya, keputusan itu menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk otoritas Palestina, kelompok anti-pendudukan Peace Now, hingga sekutu Israel, Amerika Serikat. Peace Now, yang selama ini menentang aktivitas Israel di Tepi Barat mengatakan bahwa perebutan lahan itu adalah yang terbesar sejak era tahun 1980an.

Peace Now, lewat laman Facebooknya, menyebut bahwa perebutan lahan ini sama saja menikam pemerintahan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari belakang. Salah seorang aktivis Peace Now, Yariv Oppenheimer mengatakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "merusak segala hubungan diplomatik".

Sementara itu, pemerintah Palestina memperingatkan kepada Israel bahwa perebutan lahan akan meningkatkan konflik antara kedua belah pihak. Palestina meminta agar keputusan tersebut ditarik.

Amerika Serikat, sekutu Israel, pun angkat bicara, mereka mendesak agar Israel mencabut keputusan tersebut. Menurut AS, langkah tersebut kontra produktif dengan upaya mewujudkan solusi damai antara Israel dan Palestina.

"Kami mendesak agar pemerintah Israel mengubah keputusannya," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS di Washington. (Reuters/Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhirnya, Israel dan Hamas Sepakat Berdamai

Akhirnya, Israel dan Hamas Sepakat Berdamai

News | Rabu, 27 Agustus 2014 | 06:25 WIB

Iran: Israel Gempur Gaza dengan Kekuatan Enam Bom Atom

Iran: Israel Gempur Gaza dengan Kekuatan Enam Bom Atom

News | Minggu, 24 Agustus 2014 | 03:00 WIB

Roket Israel Kembali Hantam Gaza, Dua Balita Tewas

Roket Israel Kembali Hantam Gaza, Dua Balita Tewas

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 14:39 WIB

Hamas Akui Anggotanya Culik Tiga Remaja Israel

Hamas Akui Anggotanya Culik Tiga Remaja Israel

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 12:03 WIB

Dianggap Pengkhianat, 18 Warga Palestina Dieksekusi Mati

Dianggap Pengkhianat, 18 Warga Palestina Dieksekusi Mati

News | Sabtu, 23 Agustus 2014 | 03:50 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×