Soal Mahalnya Biaya Pilkada Langsung, Ahok: Tidak Masuk Akal

Achmad Sakirin

Senin, 08 September 2014 | 14:14 WIB
Soal Mahalnya Biaya Pilkada Langsung, Ahok: Tidak Masuk Akal
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Antara/Muhammad Adimaja)

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan, menyerahkan ke DPRD untuk melakukan pemilihan kepala daerah karena alasan mahalnya ongkos pilkada merupakan alasan yang tidak masuk akal.

Menurut Ahok, jika memang kepala daerah yang mampu bekerja dengan baik, tidak perlu ongkos yang mahal. Contohnya, Jokowi-Ahok dalam Pemilihan Gubernur 2012.

"Alasannya, biayanya mahal. Karena mesti nyogok rakyat. Lu aja bego mau nyogok rakyat. Jokowi-Ahok (Pilgub 2012) kagak nyogok tuh. Bisa kepilih di Jakarta. Lalu, terbukti Pak Jokowi bisa jadi presiden kagak keluar duit juga," tegas di Balai Kota, Jakarta, Senin (8/9/2014).

Menurutnya, bila memiliki rekam jejak yang baik, siapa pun akan mudah menjadi kepala daerah, tanpa harus bermodalkan uang yang banyak.

Ahok menambahkan, bahkan seseorang yang tidak memiliki kendaraan politik (parpol) juga bisa menjadi kepala daerah lewat jalur independen.

"Kalau punya rekam jejak bagus, nggak banyak keluar duit kok. Kamu nggak bayar. Kalau kamu memang hebat calon independen dong. Kan bisa. Jadi nggak ada alasan," ujarnya.

Dalam pembahasan revisi RUU Pilkada yang saat ini tengah berjalan di Panja RUU Pilkada, ada tiga opsi yang keluar. Pertama, pasangan gubernur, walikota, dan bupati dipilih langsung. Kedua, pasangan gubernur, walikota dan bupati dipilih oleh DPRD. Dan ketiga, gubernur dipilih langsung tapi bupati dan walikota dipilih oleh DPRD.

Opsi kedua pun menjadi pilihan terbanyak saat ini. Karena Koalisi Merah Putih yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PKS dan PPP mendukung penuh opsi ini.

Dalih mereka, opsi ini lebih menekan anggaran dan meringankan ongkos pemilihannya karena tidak rawan money politic kepada rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pilkada Langsung Dihilangkan, Ahok: Kepala Daerah Bisa Jadi Sapi Perah DPRD

Pilkada Langsung Dihilangkan, Ahok: Kepala Daerah Bisa Jadi Sapi Perah DPRD

News | Senin, 08 September 2014 | 13:57 WIB

Pengamat: Jangan Sampai RUU Pilkada Jadi Proyek DPR

Pengamat: Jangan Sampai RUU Pilkada Jadi Proyek DPR

News | Senin, 08 September 2014 | 13:51 WIB

Advokat: Kewenangan Pemilukada Oleh DPRD TIngkatkan Politik Uang

Advokat: Kewenangan Pemilukada Oleh DPRD TIngkatkan Politik Uang

News | Senin, 08 September 2014 | 13:36 WIB

PAN: Pemilukada Langsung Banyak Timbulkan Konflik Sosial

PAN: Pemilukada Langsung Banyak Timbulkan Konflik Sosial

News | Senin, 08 September 2014 | 12:55 WIB

Mengapa Demokrat Tak Ngotot Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD?

Mengapa Demokrat Tak Ngotot Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD?

News | Senin, 08 September 2014 | 09:41 WIB

Tolak Pilkada Langsung, Ini Empat Alasan Ketakutan Partai

Tolak Pilkada Langsung, Ini Empat Alasan Ketakutan Partai

News | Minggu, 07 September 2014 | 19:30 WIB

Terkini

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:16 WIB

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:15 WIB

The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat

The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:08 WIB

Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal Oknum Kepolisian ke Prabowo

Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal Oknum Kepolisian ke Prabowo

Video | Kamis, 05 November 2026 | 20:05 WIB

DPR Usulkan Aset Pelaku Karhutla Dirampas Negara

DPR Usulkan Aset Pelaku Karhutla Dirampas Negara

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:01 WIB

×