PAN: Pemilukada Langsung Banyak Timbulkan Konflik Sosial

Achmad Sakirin

Senin, 08 September 2014 | 12:55 WIB
PAN: Pemilukada Langsung Banyak Timbulkan Konflik Sosial
Suasana pelipatan kertas surat suara pemilu presiden di KPUD Jakarta Barat Jalan C kebon Jeruk, Selasa (24/6).

Suara.com - Pemilihan kepala daerah secara langsung lebih banyak menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Hal itu dikatakan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay.

"Yang menang pilkada belum tentu merasa nyaman sebab yang kalah kadang-kadang melakukan protes. Bahkan hampir seluruh pilkada gubernur dan pilkada bupati/walikota diselesaikan di Mahkamah Konstitusi (MK)," kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi di Jakarta, Senin (8/9/2014).

Akibatnya, kata Saleh, peluang untuk melakukan korupsi dan suap pun semakin besar. Bahkan mantan ketua MK juga terbukti melakukan korupsi besar-besaran terkait kasus-kasus sengketa pemilihan kepala daerah yang ditangani.

Saleh juga menilai pemilihan kepala daerah secara langsung telah banyak menyita perhatian dan energi masyarakat. Pada 2015 saja, tercatat lebih dari 260 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada.

Sementara dalam setahun hanya ada 365 hari. Itu artinya, kata Saleh, hampir setiap hari terjadi pemilihan kepala daerah.

"Semestinya, pemerintah, anggota legislatif, dan masyarakat lebih fokus untuk melaksanakan program pembangunan. Jika ada pilkada, fokus akan terbelah. Birokrasi di pemerintahan pun tidak jarang terpecah. Bahkan ada banyak pejabat karir atau birokrat yang dimutasi dan dinon-jobkan sebagai ekses pilkada," tuturnya.

Bila pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung, Saleh menilai akan berimbas pada kinerja kepala daerah pada masa dua tahun atau satu tahun terakhir masa jabatannya.

Alih-alih fokus membangun daerah, para kepala daerah akan mengalihkan perhatiannya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pemilihan berikutnya. Akhirnya, program pembangunan pada masa itu hanya diarahkan dalam konteks pemenangannya dalam pilkada.

Karena itu, Saleh mengajak untuk berpikir secara objektif, yaitu apakah efek positif pemilihan kepala daerah secara langsung lebih banyak dari efek negatifnya. Itu harus direnungkan secara bersama-sama sebagai anak bangsa.

"Pilihan untuk menetapkan pilkada oleh anggota legislatif tidak boleh dilihat dari sudut politis saja, tetapi harus dilihat secara komprehensif dalam konteks kepentingan bangsa Indonesia secara keseluruhan," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kubu Jokowi Disarankan Belajar dari Kasus Koalisi Gagal SBY

Kubu Jokowi Disarankan Belajar dari Kasus Koalisi Gagal SBY

News | Senin, 08 September 2014 | 10:41 WIB

Asosiasi Pemkab Se-Indonesia Tolak Usulan Pemilukada Melalui DPRD

Asosiasi Pemkab Se-Indonesia Tolak Usulan Pemilukada Melalui DPRD

News | Minggu, 07 September 2014 | 18:31 WIB

2020, Pemilihan Gubernur, Wali Kota dan Bupati Dilakukan Serentak

2020, Pemilihan Gubernur, Wali Kota dan Bupati Dilakukan Serentak

News | Sabtu, 26 April 2014 | 21:15 WIB

Terkini

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Bye Kusam dan PIH! 4 Moisturizer Alpha Arbutin Cuma di Bawah Rp50 Ribuan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

7 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil atau Motor Tapi Selamat

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 20:55 WIB

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:54 WIB

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Ramai Isu Book Shaming: Saatnya Pembaca Bedakan Kritik Karya dengan Hinaan

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:45 WIB

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Pemerintah Desak Bank MNC Penuhi Hak Nasabah

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 20:43 WIB

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Keysha Angelica Riset Gestur Pelakor Lewat Medsos demi Peran Citra di Kesetiaan

Entertainment | Kamis, 05 November 2026 | 20:40 WIB

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Jika Presiden Saja Bisa Disadap, Seberapa Aman Privasi Digital Kita?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:35 WIB

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

×