SBY Pilih Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan

Siswanto

Senin, 15 September 2014 | 09:22 WIB
SBY Pilih Pilkada Langsung Tetap Dipertahankan
Presiden SBY menghadiri Sidang Paripurna di gedung DPR/MPR RI, Jumat (15/8). [Rumgapres/Abror]

Suara.com - Saat ini, fraksi-fraksi di DPR RI terbelah dalam pembahasan RUU Pilkada. Kubu PDI Perjuangan menginginkan mekanisme pilkada tetap dipertahankan seperti sekarang, yaitu langsung oleh rakyat. Sedangkan kubu Koalisi Merah Putih ngotot ingin pilkada tidak langsung atau dipilih oleh anggota DPRD.

Dimana posisi Partai Demokrat dalam hal ini? Melalui video di Youtube yang diunggah akun “Suara Demokrat” dengan judul Posisi SBY dalam RUU Pilkada, pada Minggu (14/9/2014) malam, penjelasan SBY menyiratkan bahwa ia memilih untuk tetap mempertahankan sistem pilkada langsung.

"Ya, ini menarik dan saya tahu rakyat sedang menunggu posisi Partai Demokrat, bahkan disebut-sebut posisi SBY, begitu," kata SBY.

SBY mengatakan partainya tengah bekerja keras untuk merumuskan pemikiran. Malam Minggu yang lalu, SBY mengaku berdiskusi dengan para kader Demokrat untuk menentukan posisi Demokrat di tengah perdebatan di Parlemen.

"Begini, saya khawatir kalau voting pada tingkat Parlemen, itu sudah pokoknya yang satu kubu A, dan pokoknya yang satu kubu lagi B. Orang mengatakan ini sudah peperangan harga diri. Pokoknya kalau yang di sana katakan A, yang sebelah sini pasti tidak setuju. Pertanyaan saya, apakah begitu. Untuk melahirkan sebuah UU yang sangat penting yang akan menjadi roh demokrasi kita, untuk kepentingan rakyat kita," kata SBY.

Partai Demokrat, kata SBY, melihat ada dua aspek penting yang mesti dilihat secara jernih dalam pembahasan RUU Pilkada. Pertama, kata SBY, sistem pilkada langsung sudah jalan 10 tahun dan rakyat sudah terbiasa melaksanakannya.

"Dan kalau kita lihat, benang merahnya ini segaris dengan sistem presidensiil, dimana presiden dipilih secara langsung. Berbeda dengan sistem parlementer, pemimpin, apakah perdana menteri atau jabatan yang setara, dipilih oleh Parlemen karena rakyat pilih Parlemen," kata SBY.

SBY mengingatkan bahwa mekanisme pilkada langsung merupakan buah dari reformasi yang diinginkan masyarakat Indonesia selama ini.

"Tentunya pilkada langsung itu, mesti kita jaga dan pertahankan. Demikian pula pemilihan presiden secara langsung," kata dia.

Aspek yang kedua adalah selama 10 tahun terakhir banyak ekses yang terjadi dalam pilkada langsung, baik gubernur, bupati, maupun wali kota. Misalnya, banyak sekali ditengarai money politic, kemudian konflik horisontal.

"Itulah yang melahirkan pemikiran dari sejumlah kalangan apakah layak dipertahankan sistem seperti itu karena mudharatnya atau eksesnya itu besar. Berarti ada yang keliru dalam sistemnya. Oleh karena itu muncul, ada keinginan mengubah yang tadinya langsung menjadi tidak langsung, biarkan pemilihan presiden saja yang langsung," kata SBY.

Partai Demokrat, kata SBY, berpikir pilkada langsung tetap dipertahankan, tetapi ekses yang muncul selama ini dicegah.

"Penyakit-penyakit tadi itu, ekses yang tidak sedikit itu kita cegah, kita hilangkan dalam UU yang baru. Jadi pasal-pasalnya harus tegas dan mengikat. misalnya, bagi yang melaksanakan kekerasan horisontal, yang bertanggung jawab ditindak secara hukum," kata SBY.

Selain itu, Demokrat juga memikirkan varian sistem pilkada. Misalnya, pilkada gubernur dipilih tidak langsung atau diwakilkan lewat DPRD, tetapi pilkada bupati/wali kota tetap dipilih secara langsung.

"Sistem apapun ada plus minusnya. Tapi, kalau saya pribadi, yang sudah 10 tahun pimpin pemerintah, kalau kita dulu memang ingin pilkada langsung, itulah yang seharusnya kita jaga," kata SBY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Jawab Isu Barter Jabatan dengan Naikkan Harga BBM

SBY Jawab Isu Barter Jabatan dengan Naikkan Harga BBM

News | Senin, 15 September 2014 | 08:26 WIB

SBY Akui Diajak Kubu Jokowi dan Prabowo Gabung

SBY Akui Diajak Kubu Jokowi dan Prabowo Gabung

News | Senin, 15 September 2014 | 07:58 WIB

SBY Tak Ingin Hubungan Jokowi-Prabowo Berakhir dengan 'Perang Bharatayudha'

SBY Tak Ingin Hubungan Jokowi-Prabowo Berakhir dengan 'Perang Bharatayudha'

News | Senin, 15 September 2014 | 07:20 WIB

SBY Didesak Tolak RUU Pilkada

SBY Didesak Tolak RUU Pilkada

News | Minggu, 14 September 2014 | 22:00 WIB

Terkini

Perintah Prabowo ke Kapolri Suyudi Usut Kasus Listyo: Seobjektif Mungkin, Jangan Ditutupi!

Perintah Prabowo ke Kapolri Suyudi Usut Kasus Listyo: Seobjektif Mungkin, Jangan Ditutupi!

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

Impor RI Naik 19,67 Persen, Mendag Sebut Didominasi Kebutuhan Industri

Impor RI Naik 19,67 Persen, Mendag Sebut Didominasi Kebutuhan Industri

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

2 Moisturizer Viva yang Cocok untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

2 Moisturizer Viva yang Cocok untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas

Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 14:22 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, DPP PSI Unggah Video: Jokowi Juga Manusia

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo, DPP PSI Unggah Video: Jokowi Juga Manusia

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:21 WIB

Strategi Politik Kebisingan: Mengapa Isu Sengaja Dibiarkan Tumpang Tindih?

Strategi Politik Kebisingan: Mengapa Isu Sengaja Dibiarkan Tumpang Tindih?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:20 WIB

Geng Solo Siapa Saja? Ini 7 Perwira Tinggi TNI-Polri Kepercayaan Jokowi

Geng Solo Siapa Saja? Ini 7 Perwira Tinggi TNI-Polri Kepercayaan Jokowi

News | Rabu, 04 November 2026 | 14:17 WIB

Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?

Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 14:15 WIB

Ketergantungan Daihatsu pada Mobil Komersial Murah di Tengah Tantangan Pasar Nasional

Ketergantungan Daihatsu pada Mobil Komersial Murah di Tengah Tantangan Pasar Nasional

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 14:15 WIB

Bahlil Pertimbangkan Stop Izin Smelter Produk Setengah Jadi

Bahlil Pertimbangkan Stop Izin Smelter Produk Setengah Jadi

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:14 WIB

×