Jokowi Diharap Tidak Asal "Comot" Kader Parpol untuk Posisi Menteri

Ruben Setiawan

Senin, 15 September 2014 | 23:00 WIB
Jokowi Diharap Tidak Asal "Comot" Kader Parpol untuk Posisi Menteri
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla secara resmi mengumumkan postur kabinet yang telah disusun di rumah transisi Jakarta, Senin (15/9). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla jangan asal ambil kader partai politik untuk dipilih menjadi menteri.

"Kalaupun ada 16 porsi menteri dari parpol, sebaiknya dipilih berdasarkan kompetensi, jangan asal comot," kata Karyono Wibowo dihubungi di Jakarta, Senin (15/9/2014).

Karyono mengatakan postur kabinet yang disampaikan Jokowi-JK pada Senin petang berpotensi dipertanyakan beberapa pihak. Pasalnya, sebelumnya Jokowi-JK menyatakan akan membentuk kabinet ahli.

Jokowi-JK telah mengumumkan bahwa kabinet mereka akan terdiri atas 34 kementerian yang 18 diantaranya diisi kalangan profesional nonpartai politik dan 16 akan dijabat kader dari partai politik.

"Namun, proporsi menteri kabinet tersebut cukup realistis karena bagaimanapun, Jokowi-JK diusung oleh parpol. Tidak mungkin parpol pengusung mau menerima cek kosong tanpa kompensasi," tuturnya.

Karena itu, Karyono menilai jalan keluar bagi Jokowi-JK adalah tetap memberikan porsi menteri kepada partai politik tetapi dipilih yang memiliki kompetensi, loyalitas dan integritas tinggi.

Dari segi jumlah kementerian dan postur kabinet yang diumumkan Jokowi-JK, Karyono menilai itu sudah ideal. Jumlah pos menteri yang sama dengan jumlah menteri di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Karyono tidak perlu dipersoalkan.

"Masalah itu tidak prinsipil. Proporsi 18 menteri dari kalangan profesional 16 menteri dari parpol merupakan gagasan yang rasional dan proporsional," katanya.

Dalam jumpa pers di Rumah Transisi, Senin petang, Jokowi-JK dan tim transisi memastikan postur kabinet berisi 34 kementerian sudah final.

"Sudah final, hanya nama masih ada yang belum sesuai," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, belum diumumkannya nama-nama jajaran kabinetnya itu karena masih menunggu masukan atau partisipasi publik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Ada Jaminan Kabinet Jokowi Bebas Korupsi

Tak Ada Jaminan Kabinet Jokowi Bebas Korupsi

News | Senin, 15 September 2014 | 22:12 WIB

Ini Definisi Kabinet Profesional Jokowi-JK

Ini Definisi Kabinet Profesional Jokowi-JK

News | Senin, 15 September 2014 | 21:44 WIB

Jokowi Tegaskan Menterinya Harus Lepaskan Diri dari Partai

Jokowi Tegaskan Menterinya Harus Lepaskan Diri dari Partai

News | Senin, 15 September 2014 | 20:55 WIB

Tim Transisi: Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Menteri

Tim Transisi: Jokowi Sudah Kantongi Nama Calon Menteri

News | Senin, 15 September 2014 | 20:08 WIB

Pembagian Jatah Menteri, Tim Transisi Tidak Dilibatkan

Pembagian Jatah Menteri, Tim Transisi Tidak Dilibatkan

News | Senin, 15 September 2014 | 19:58 WIB

Jokowi-JK Keceplosan Sebut Kementerian yang Diisi Profesional

Jokowi-JK Keceplosan Sebut Kementerian yang Diisi Profesional

News | Senin, 15 September 2014 | 18:51 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:32 WIB

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:26 WIB

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:39 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:04 WIB

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB