Suka Duka Seorang Gadis Cantik Bernama "ISIS"

Ruben Setiawan | Suara.com

Senin, 29 September 2014 | 18:47 WIB
Suka Duka Seorang Gadis Cantik Bernama "ISIS"
Isis Leskien, seorang gadis Australia yang namanya sama dengan kelompok radikal. (News.com.au)

Suara.com - Seorang ibu di Australia mungkin tak pernah berpikir bahwa nama yang ia berikan kepada putrinya bakal dipakai oleh kelompok radikal yang haus darah.

Sheridan Leskien, seorang ibu asal Sidney, Australia, menamai putrinya Isis. Adalah nama seorang dewi di mitologi Mesir yang ia gunakan untuk menamai putri cantiknya.

Namun, beberapa bulan terakhir, nama yang unik itu mendadak jadi sesuatu yang, bagi sebagian orang, mengerikan. Apalagi kalau bukan lantaran nama tersebut sama dengan nama kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Sheridan dan sang suami pun khawatir, sang putri yang kini sudah berusia 8 tahun bakal menjadi target bully.

"Setiap hari selalu ada penyebutan di media atau pembicaraan soal perang terhadap ISIS, soal betapa jahatnya ISIS, dan saya khawatir dia akan menjadi target bully," ungkap Sheridan kepada News.com.au.

"Ini merusak keluarga kami dan merusak masa depan Isis. Saya berbelasungkawa pada semua keluarga yang terdampak oleh Negara Islam, para jurnalis, orang lain yang menderita, namun keluarga saya menderita pula," lanjut Sheridan.

Menurut Sheridan, sejauh ini putrinya tak tahu bahwa namanya sama dengan kelompok kejam tersebut. Namun, kakak Isis, Maximus yang berusia 13 tahun sudah mulai diejek di sekolah gara-gara nama adik perempuannya itu.

"Beberapa orang mengatakan kami harus mengganti namanya, tapi itu tentu konyol sekali," kata Sheridan.

Ketika melakukan penelusuran internet, Sheridan menemukan bahwa ternyata banyak keluarga lain yang mengalami masalah serupa. Sheridan baru menyadari bahwa mereka tidak sendiri.

Sheridan lalu ikut menandatangani sebuah petisi online yang dibuat oleh seorang perempuan asal Amerika Serikat bernama Isis Martinez. Lewat petisi tersebut, ia mendesak media agar tidak lagi menggunakan akronim ISIS untuk merujuk pada kelompok radikal tersebut.

Saat ini, petisi itu sudah mendapat dukungan lebih dari 30.000 orang. Sebagian besar penandatangan mengeluhkan hal yang sama seperti yang dikeluhkan keluarga Sheridan.

"Isis, putri saya yang berusia 6 tahun terus melihat namanya di tabloid dan mendengarnya di berita dan bertanya mengapa orang-orang berperang melawannya!!!!" tulis Nyonya Lee Petrelli, seorang ibu lain yang juga memiliki putri bernama Isis.

"Ini harus dihentikan! Ketika saya menyemangatinya dalam sebuah laga sepak bola bulan lalu, semua orang menengok kepada saya. Hanya masalah waktu saja saat teman-teman sekelasnya tahu bahwa namanya sama dengan kelompok teroris," lanjut Lee.

Lain lagi cerita seorang perempuan yang bernama Isis. Ia mengaku di-bully di internet sehingga terpaksa memakai nama tengahnya dalam pergaulan.

Sama seperti perempuan-perempuan itu, Sheridan hanya ingin agar media tidak menggunakan nama ISIS untuk menyebut teroris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesawat AS Salah Sasaran, Korban Sipil Bergelimpangan

Pesawat AS Salah Sasaran, Korban Sipil Bergelimpangan

News | Senin, 29 September 2014 | 15:38 WIB

Sumber Uang ISIS Mulai Dihancurkan

Sumber Uang ISIS Mulai Dihancurkan

News | Senin, 29 September 2014 | 07:27 WIB

Obama: Amerika Sempat "Meremehkan" Kemampuan ISIS

Obama: Amerika Sempat "Meremehkan" Kemampuan ISIS

News | Senin, 29 September 2014 | 06:25 WIB

Usai Keputusan Menggempur ISIS, "Menteri Bayangan" Inggris Mundur

Usai Keputusan Menggempur ISIS, "Menteri Bayangan" Inggris Mundur

News | Minggu, 28 September 2014 | 21:57 WIB

ISIS Ancam Negara-negara Koalisi AS

ISIS Ancam Negara-negara Koalisi AS

News | Minggu, 28 September 2014 | 14:17 WIB

Pesawat Tempur Tornado Inggris Intai Markas ISIS Irak

Pesawat Tempur Tornado Inggris Intai Markas ISIS Irak

News | Minggu, 28 September 2014 | 12:26 WIB

Terkini

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 08:51 WIB

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

News | Senin, 13 April 2026 | 08:48 WIB

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

News | Senin, 13 April 2026 | 08:23 WIB

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

Telepon Vladimir Putin, Presiden Iran Siap Capai Kesepakatan dengan AS jika Adil

News | Senin, 13 April 2026 | 06:52 WIB

Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya

Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya

News | Senin, 13 April 2026 | 06:46 WIB

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB