Harusnya Megawati Bertemu Langsung SBY, Jangan Utus Orang

Siswanto | Suara.com

Kamis, 02 Oktober 2014 | 10:13 WIB
Harusnya Megawati Bertemu Langsung SBY, Jangan Utus Orang
Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri). (Antara/M Adimaja)

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengungkapkan berbagai upaya telah dilakukan untuk bisa bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono guna rekonsiliasi, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.

“Dari siang, Pak Jokowi, Pak Jusuf Kalla, Pak Surya Paloh ingin ketemu Pak SBY. Cuma Tuhan berkehendak lain,” kata Puan di gedung DPR, Kamis (2/10/2014) dini hari.

“Saya mencoba hubungi lewat Pak Jokowi, Pak Jusuf Kalla dan lingkungannya, tapi belum bisa. Padahal Puan Maharani ini ingin bertemu Pak SBY.”

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok mengatakan seharusnya Megawati jangan mengutus orang lain untuk bertemu SBY.

"Harus Mega sendiri yang datang. Jangan mengutus. Ketua umum harus dengan ketua umum," kata Mubarok kepada suara.com, Kamis (2/10/2014).

Menurut Mubarok bila Megawati hanya mengutus orang lain untuk rekonsiliasi, hal itu bisa dimaknai tidak ada kesungguhan.

SBY, kata Mubarok, sesungguhnya sudah lama menunggu kedatangan Megawati.

"Masa (Megawati) marah dibawa terus-terusan," katanya.

Seharusnya, momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI Agustus lalu dimanfaatkan Megawati untuk bertemu SBY di Istana. Sayangnya, waktu itu Megawati tidak mau memenuhi undangan.

"Agustusan kemarin, mestinya dia datang sehingga kemudian terjadi rekonsiliasi kultur, budaya, ideologi. Semua bisa berjalan mulus," katanya.

Dengan mempertimbangkan kondisi politik saat ini, menurut Mubarok, sesungguhnya sudah terlambat bagi Megawati dan PDI Perjuangan untuk mendapatkan dukungan SBY.

"Sudah kepepet begini, malah masih nyuruh-nyuruh orang. Lalu, kalau pakai utusan, siapa yang pegang kendali, apakah JK, Jokowi, atau Puan? Kan, tidak jelas," katanya.

Yang dimaksud terlambat oleh Mubarok adalah, UU MD3 sudah disahkan, UU Pilkada sudah disahkan, dan dini hari tadi, paket pimpinan DPR dikuasai kubu Koalisi Merah Putih atau pendukung Prabowo, plus Partai Demokrat.

"Sekarang sudah kepojok dan kalah terus, eh baru mau ketemu," kata Mubarok.

Walau sudah terlambat bertemu SBY, kata Mubarok, bila maksudnya memang baik, hasilnya pun bisa jadi akan baik pula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY akan Kirim Perppu ke DPR Malam Hari

SBY akan Kirim Perppu ke DPR Malam Hari

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 08:27 WIB

Polemik UU Pilkada, Sikap SBY Demi Kembalikan Citra Demokrat

Polemik UU Pilkada, Sikap SBY Demi Kembalikan Citra Demokrat

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 07:51 WIB

Puan Mengaku Sudah Usaha Bertemu SBY, Tapi Gagal

Puan Mengaku Sudah Usaha Bertemu SBY, Tapi Gagal

News | Kamis, 02 Oktober 2014 | 06:11 WIB

Terkini

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global

News | Senin, 13 April 2026 | 22:30 WIB

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen

News | Senin, 13 April 2026 | 22:11 WIB

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan

News | Senin, 13 April 2026 | 22:05 WIB

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba

News | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi

News | Senin, 13 April 2026 | 21:06 WIB

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

News | Senin, 13 April 2026 | 20:54 WIB

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal

News | Senin, 13 April 2026 | 20:47 WIB

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi

News | Senin, 13 April 2026 | 20:39 WIB

10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial

10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial

News | Senin, 13 April 2026 | 20:21 WIB