Di Akhir Wukuf, Puluhan Jamaah Haji Indonesia Alami "Heat Stroke"

Sabtu, 04 Oktober 2014 | 08:10 WIB
Di Akhir Wukuf, Puluhan Jamaah Haji Indonesia Alami "Heat Stroke"
Ilustrasi jamaah haji di Padang Arafah. [Shutterstock/Ahmad Faizal Yahya]

Suara.com - Sejumlah jamaah haji Indonesia dilaporkan terkena heat stroke pada akhir wukuf di Arafah. Bahkan sebanyak empat jamaah dilaporkan meninggal karena kepanasan dan kurang minum, yang membuat pos kesehatan di Arafah kebanjiran jamaah haji Indonesia yang sakit.

"Cuaca panas 43 derajat celcius. Lima jam setelah wukuf, ada 67 anggota haji Indonesia yang masuk ke pos kesehatan. Semua kekurangan cairan," lapor Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia, Abidinsyah Siregar, di Arafah, Arab Saudi, Jumat (3/10/2014) malam waktu setempat.

Didampingi Ketua KPHI, Slamet Effendy Yusuf, saat menyampaikan evaluasi sementara pelaksanaan wukuf, Abidin mengatakan bahwa heat stroke terjadi akibat kekurangan cairan. Cara untuk mengatasinya adalah dengan menambah cairan atau minum.

Abidin mengatakan bahwa heat stroke itu dapat memicu atau memperburuk kondisi jamaah haji yang mempunyai risiko tinggi. "Yang tumbang (itu) yang berisiko tinggi, yang mempunyai simpanan penyakit dan di atas (usia) 50," jelas Abidin yang juga seorang dokter.

"Yang sehat saja bisa terpengaruh, apalagi yang berisiko tinggi," katanya lagi.

Sementara, terkait hal itu, Slamet Effendy Yusuf meminta adanya operasi khusus pembagian air kepada jamaah menjelang keberangkatan ke Muzdalifah, atau minimal saat berada di Mina. Seperti diketahui, setelah wukuf di Arafah, jamaah haji bergerak ke Muzdalifah dan esok pagi atau dini harinya ke Mina.

"Kami mengharapkan operasi khusus pembagian air. Minimal dua botol," kata Slamet.

Slamet meminta agar pemerintah tidak mudah percaya kepada pihak swasta Arab Saudi yang menangani penyelenggaraan haji bagi jamaah Indonesia, terutama dalam masalah pembagian air.

"Kami harapkan pemerintah bersikap alert dan waspada. Kami akan ikut melakukan pengawasan operasi air," katanya.

Disebutkan bahwa saat ini, tim kesehatan terus bekerja menangani para jamaah yang sakit tersebut, agar setidaknya kondisi jamaah cukup kuat untuk tindakan selanjutnya.

Dalam kondisi itu, Abidin juga ikut membantu penanganan para pasien, serta ikut tidak berhaji seperti 57 dokter lainnya yang juga tidak berhaji karena sejak awal sudah berkomitmen menjaga kesehatan jamaah. Slamet pun berharap pemerintah mengantisipasi agar kejadian ini tidak terulang, terutama saat di Muzdalifah dan Mina.

Sebelumnya, saat Menag sempat datang meninjau beberapa tenda jamaah haji tahun ini, paling tidak ada dua kloter yang mengeluhkan kurangnya pasokan air. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI