Suara.com - Peter Kassig, warga Amerika Serikat yang ditawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), rupanya adalah seorang mualaf yang taat beribadah.
Kassig, yang kini sudah mengganti namanya menjadi Abdul-Rahman Kassig, selalu menjalankan salat lima waktu dan berpuasa Senin-Kamis, demikian diceritakan Nicholas Henin, jurnalis Prancis yang pernah ditahan bersama Kassig di Suriah.
Menurut Henin, tak lama setelah ditangkap ISIS, Peter memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdul-Rahman.
"Saat pertama kali bertemu, dia sudah memperkenalkan dirinya kepada semua penjaga sebagai Abdul-Rahman," cerita Henin.
"Ia mengatakan bahwa betapa Islam banyak membantunya dalam mengatasi situasi dalam tahanan. Ia seorang muslim yang taat. Ia terlihat sangat rapuh, tetapi Islam yang membuatnya kuat," lanjut Henin.
Abdul-Rahman bukan satu-satunya tahanan Barat yang menjadi mualaf.
"Dalam kelompok kami ada beberapa yang menjadi mualaf. Mereka menjalankan salat lima waktu, dan bahkan menjalankan dua salat tambahan setiap hari. Mereka berpuasa Senin dan Kamis," beber Henin.
Henin menegaskan bahwa keputusan mereka untuk memeluk Islam bukan bagian dari taktik untuk menyelamatkan diri dari kebrutalan ISIS.
"Bagi beberapa penjaga, ada rasa hormat yang lebih terhadap mereka yang menjadi mualaf. Tetapi bagi sebagian lagi, sepertinya tidak ada bedanya," ujar Henin.
Abdul-Rahman sendiri, dalam sebuah surat yang dikirim ke keluarganya, mengatakan ia kini sudah tenang meski terancam dipenggal oleh algojo ISIS.
"Dalam sudut pandang iman saya, saya berdoa setiap hari dan saya tidak marah terhadap kondisi saya saat ini. Saya kini dalam situasi yang secara dogmatis sangat rumit, tetapi saya merasa damai," tulis Abdul-Rahman.
Abdul-Rahman muncul dalam video pemenggalan jurnalis Inggris, Alan Henning, oleh ISIS bulan lalu. Di akhir video, algojo ISIS mengatakan bahwa Abdul-Rahman akan menjadi korban berikutnya, jika pemerintah AS terus membombardir pasukan ISIS di Suriah dan Irak.
Henning sendiri adalah korban keempat yang dipenggal oleh ISIS dan videonya disebar di internet.
Pekerja kemanusiaan
Abdul-Rahman Kassig dikenal sebagai pribadi yang terbuka, jujur, dan hangat di antara warga perbatasan Suriah-Turki. Ia terjun ke wilayah berbahaya itu sebagai pekerja kemanusiaan yang memberikan pelatihan medis bagi korban perang saudara di Suriah.