Dianugerahi Nobel Perdamaian, Malala Dicap Agen Mossad

Liberty Jemadu Suara.Com
Sabtu, 11 Oktober 2014 | 02:06 WIB
Dianugerahi Nobel Perdamaian, Malala Dicap Agen Mossad
Malala Yousafzai. (Shutterstock)

Suara.com - Komite Nobel, pada Jumat (10/10/2014) menganugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2014 kepada aktivis pembela hak perempuan dan anak-anak asal Pakistan, Malala Yousafazai.

Yousafazai, masih 17 tahun, dianugerahi penghargaan bergengsi itu karena ia dinilai mempunyai keberanian memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan di Pakistan.

Ia pernah ditembak di kepala oleh Taliban pada 2012 karena perjuangannya tetapi berhasil lolos dari maut setelah dirawat intensif selama berbulan-bulan di Inggris.

Setelah pulih, ia berkeliling dunia untuk mengampanyekan pendidikan bagi anak-anak, khususnya anak perempuan di seluruh dunia. Ia adalah orang Pakistan pertama dan remaja pertama di dunia yang menerima anugerah bergengsi tersebut.

Tetapi, sayangnya, ada saja pihak yang menilai ia belum layak menerima Nobel Perdamaian itu. Warga Pakistan sendiri menilai Malala tidak pantas dianugerahi Nobel dan bahkan ada yang menuding konspirasi badan rahasia Israel, Mossad, dan badan intelijen Amerika Serikat, CIA, dibalik penghargaan atas Malala.

"Kamu memalukan Malala. Kamu adalah agen CIA," tulis salah satu pengguna Twitter bernama Khurram Khan.

"Kemungkinan besar CIA dan Mossad menyerang Malala! Hadiah Nobel tidak lebih berharga kertas tisu," tulis pengguna Twitter lain bernama Anwar Ul Haque.

Sementara itu, ada pula sekelompok pengguna Twitter Pakistan yang menilai bahwa seorang tokoh lokal bernama Abdul Sattar Edhie, dokter dan pejuang kemanusiaan, lebih cocok menerima penghargaan itu ketimbang Malala.

Edhi sendiri, yang sudah berusia 86 tahun, sudah menjalankan program kemanusiaan di Pakistan selama lebih dari 60 tahun.

"Edhi menyelamatkan lebih dari 20.000 bayi terlantar, merehabilitasi lebih dari 50.000 anak yatim, melatih lebih dari 40.000 perawat, dan mengelola lebih dari 350 pusat kesejahteraan," tulis Yasier sambil menggunakan tagar #NobelPrizeForEdhi.

"Hanya karena diserang oleh Taliban, Malala menerima Hadiah Nobel. Omong kosong. #NobelPrizeForEdhi," kicau Palwasha. (The Quartz)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI