Alasan Koalisi Pemantau Peradilan Tolak Prasetyo

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Minggu, 23 November 2014 | 09:18 WIB
Alasan Koalisi Pemantau Peradilan Tolak Prasetyo
Presiden Joko Widodo melantik Jaksa Agung Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/11). (Antara)

Suara.com - Koalisi Pemantau Peradilan menyatakan di tengah harapan masyarakat yang tinggi untuk melakukan reformasi hukum, penunjukan HM Prasetyo menjadi jaksa agung terasa ganjil dan mengejutkan. Koalisi menilai Jokowi seperti lupa pada visi dan misi selama kampanye. Selain dikenal sebagai anggota DPR dari Partai Nasional Demokrat, Prasetyo juga dikenal sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Umum pada 2006.

"Padahal, dalam Nawacitanya, Jokowi-JK berjanji memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya. Saat mendaftar sebagai calon presiden ke KPU pun, Jokowi juga berkomiten untuk memilih jaksa agung yang bersih, kompeten, antikorupsi, dan mempunyai komitmen dalam penegakan hukum," kata anggota Koalisi Pemantau Peradilan dari YLBHI, Bahrain, Minggu (23/11/2014).

Setelah melihat jejak rekam dan potensi konflik kepentingan yang bakal muncul, Koalisi Pemantau Peradilan mempertanyakan Nawacita dan komitmen Jokowi. Bahrain yang juga Direktur Advokasi YLBHI mengatakan ada tiga alasan yang mendasari pertanyaan tersebut.

Pertama, terkait dengan jejak rekam. Selama menjadi jaksa, Prasetyo tidak mempunyai prestasi yang menonjol.

Kedua, sebagai mantan anggota DPR dan politisi dari Partai Nasdem ada potensi tidak independen atau lebih kepentingan politik lebih dijadikan ukuran utama.

Ketiga, proses penunjukan yang tidak transparan. Dalam proses penunjukan Prasetyo, dinilai tidak ada koordinasi dengan KPK dan PPATK. Hal yang berbeda jika dibandingkan proses seleksi menteri-menteri yang lain.

Padahal, kata Bahrain, banyak sekali pekerjaan rumah jaksa agung yang mesti diselesaikan. Misalnya, merevisi Peraturan Jaksa Agung tentang Pembinaan Karier Kejaksaan guna memperkecil subyektifitas dalam mutasi-promosi, upaya pendisiplinan pegawai terkait dengan banyaknya jaksa yang melanggar etika -bahkan terlibat kasus korupsi, menindaklanjuti perkara-perkara yang mandek, terutama di kasus-kasus korupsi dan penuntasan kasus HAM masa lalu, dan menjamin keterbukaan informasi di Kejaksaan.

Berangkat dari beberapa catatan tersebut di atas, Koalisi Pemantau Peradilan menolak pengangkatan Prasetyo sebagai jaksa agung. Penunjukan Prasetyo yang merupakan seorang politisi dinilai berpotensi menumpulkan integritas dan independesi kejaksaan sebagai salah satu institusi penegakan hukum.

"Padahal seorang Jaksa Agung harus mandiri dalam menegakkan hukum dan tidak boleh diintervensi oleh kepentingan bisnis ataupun politik. Terpilihnya Prasetyo lebih condong untuk memenuhi hasrat kepentingan politik pihak tertentu daripada untuk mereformasi kejaksaan sebagai yang dijanjikan Jokowi dalam Nawacitanya," kata Bahrain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yasona Bandingkan Prasetyo dengan Abraham Samad

Yasona Bandingkan Prasetyo dengan Abraham Samad

News | Kamis, 20 November 2014 | 17:49 WIB

HM Prasetyo, Politisi Nasdem yang Jadi Jaksa Agung

HM Prasetyo, Politisi Nasdem yang Jadi Jaksa Agung

News | Kamis, 20 November 2014 | 14:42 WIB

Terkini

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

Pemerintah Finalisasi Pendidikan Gratis PAUD hingga Kuliah, Kriteria Penerima Belum Jelas

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel Jadi Proyek Percontohan Teknologi Dry Ice, Benarkah Bisa Mengatasi Kabut Asap?

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:47 WIB

×