SDI: Ical Berpeluang Besar Pimpin Golkar Lagi

Esti Utami

Senin, 01 Desember 2014 | 08:19 WIB
SDI: Ical Berpeluang Besar Pimpin Golkar Lagi

Lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) menyatakan Aburizal Bakrie berpeluang besar untuk memimpin Partai Golkar lagi untuk kurun waktu lima tahun ke depan.

Direktur Eksekutif SDI Barkah Pattimahu saat memaparkan hasil survei SDI yang bertajuk "Ke manakah Arah Dukungan Suara Munas Golkar" di Jakarta, Minggu (30/11/2014), menyebutkan bahwa dukungan untuk Aburizal jauh melampaui dukungan untuk sejumlah nama kandidat ketua umum yang akan bertarung dalam Munas IX Partai Golkar di Bali pada tanggal 30 November-3 Desember 2014.

Aburizal berada di posisi paling atas dengan meraih 31,90 persen, disusul Agung Laksono (6,90 persen), Priyo Budi Santoso (6,00 persen), dan Airlangga Hartarto (3,40 persen). Survei SDI dilakukan pada tanggal 27-29 Agustus 2014 dengan menggunakan metode proportionate stratified random sampling, melibatkan 120 responden terdiri atas ketua dan sekretaris DPD Golkar se-Indonesia.

Sinergi Data Indonesia membagi sampel ke dalam empat zona, yakni Zona 1 (Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah), Zona 2 (Sulawesi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara), Zona 3 (Kepulauan Maluku dan Papua), zona ormas, dan DPP Partai Golkar. Dari sisi zona, kata Barkah, Aburizal Bakrie sebagai calon petahana unggul di semua wilayah.

"Di wilayah barat, ARB (Aburizal Bakrie, red.) meraih 30,00 persen suara, hanya mendapat perlawanan dari Agung Laksono (10,00 persen). Di wilayah lainnya, ARB tak terbendung," kata Barkah.

Aburizal juga unggul dari sisi level usia responden. Di level usia 30-39 tahun, Aburizal dipilih sebanyak 44,40 persen responden, sedangkan Agung Laksono 11,10 persen, Priyo Budi Santoso 0,00 persen, Airlangga Hartarto 11,10 persen.

Sementara itu, pada level usia 40-49 tahun, 50-59 tahun, dan 60-69 tahun, dukungan untuk Aburizal jauh melampaui kandidat yang lain.

Meski perolehan kursi parlemen Golkar menurun, yakni 106 kursi pada Pemilu 2009 menjadi 91 kursi pada Pemilu 2014, dan kadernya gagal menjadi calon presiden pada Pilpres 2014, kata Barkah, berdasarkan hasil survei SDI, mayoritas kader, terutama yang berusia lanjut, menilai Aburizal Bakrie berhasil sebagai ketua umum dan layak memimpin kembali Partai Golkar untuk lima tahun ke depan.

"Sebanyak 45,70 persen responden menilai ARB (Aburizal Bakrie, red.) sangat berhasil memimpin Golkar. Hanya 8,60 persen yang menganggap ARB tidak berhasil," kata ujar Barkah.

Mayoritas kader Golkar, sebanyak 79,30 persen menilai Aburizal berhasil karena sukses menangani Koalisi Merah Putih (KMP). Hanya 14,60 persen yang merasa tidak puas terhadap Aburizal Bakrie. Aburizal dinilai berhasil karena Golkar memimpin KMP, menempatkan kadernya sebagai Ketua DPR RI, menempatkan kadernya sebagai Wakil Ketua MPR RI, dan Golkar menjadi oposisi.

"Sinergi Data Indonesia menyimpulkan, ARB potensial mendapat dukungan suara terbesar di Munas Bali. Kinerja ARB dinilai positif dan pemilik suara merasa dekat dengan ARB," kata Barkah.

Yang paling penting, kata dia, mayoritas pemilik suara pada Munas Partai Golkar (83,60 persen) tidak setuju adanya Munas tandingan.

"Hanya 6,00 persen yang setuju (Munas tandingan)," kata Barkah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kabar Pemecatan Ical, Idrus: Itu Cuma Guyonan

Kabar Pemecatan Ical, Idrus: Itu Cuma Guyonan

News | Jum'at, 28 November 2014 | 17:01 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×