Pembunuh Berantai Ini Bunuh 42 Orang untuk 'Kesenangan'

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 12 Desember 2014 | 20:48 WIB
Pembunuh Berantai Ini Bunuh 42 Orang untuk 'Kesenangan'
Sailson Jose das Gracas (tengah) saat dikawal petugas di kantor polisi di Nova Iguacu, Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (11/12/2014). [Reuters/Fabio Golcalves]

Suara.com - Seorang lelaki yang ditangkap pihak kepolisian atas dugaan pembunuhan, di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (10/12/2014) lalu, mengakui telah membunuh setidaknya 42 orang dalam 10 tahun terakhir. Jika benar, sosok bernama Sailson Jose das Gracas (26) ini kemungkinan adalah pembunuh berantai terkejam di Brasil.

Yang cukup mengejutkan adalah bahwa berdasarkan keterangannya kepada petugas kepolisian di salah satu kantor polisi sekitar Rio, dia melakukan pembunuhan sebagai kesenangan sekaligus menikmati gejolak adrenalinnya. Namun dia juga mengaku biasa "bekerja" sebagai pembunuh bayaran.

Menurut sang tersangka pembunuh pula, dia lebih memilih korban perempuan berkulit putih, yang biasanya dibunuh dengan cara mencekik. Di antara 42 korbannya, diperkirakan sebanyak 39 orang adalah perempuan.

"Saya biasanya menuggu sampai ada kesempatan untuk masuk rumah (korban) dan membunuh," ungkap Das Gracas kepada wartawan, sambil menambahkan bahwa dia bisa mengintai dan menunggu berbulan-bulan.

"Ketika saya tidak melakukan itu (pembunuhan), saya jadi gugup, dan kemudian saya pergi berburu (mengincar korban lain)," ujarnya lagi. Kehadiran Das Gracas di depan media massa sendiri sengaja diatur polisi, serta merupakan hal yang biasa terjadi di Brasil.

Lebih jauh dikatakan Das Gracas, dia kerap kali harus membuang kuku para korbannya, demi menghindari luka atau goresan dari pergumulan mereka. Dia juga mengaku bahwa istrinya tahu soal pembunuhan yang dilakukannya.

Sang tersangka pembunuh menambahkan, dia mulai terlibat dalam tindak kejahatan sejak usia 15 tahun, dimulai dengan aksi perampasan tas. Lantas pada usia 17 tahun, dia mengaku akhirnya melakukan tindak pembunuhan pertamanya.

Sementara itu, beberapa pengamat menilai bahwa Das Gracas adalah seorang psikopat yang menikmati sorotan media. Oleh karenanya, setiap pengakuan tersangka itu harus diwaspadai dan perlu diperiksa ulang.

Meski begitu, pihak kepolisian mengaku yakin dengan pengakuan sosok ini, sembari terus mengecek ulang dengan catatan peristiwa pembunuhan selama ini. Disebutkan, setidaknya sejauh ini sudah ada empat kasus pembunuhan yang cocok dengan pengakuan Das Gracas.

Penangkapan ini sendiri muncul hanya berselang beberapa bulan sejak kasus lain yang hampir serupa di Brasil. Beberapa bulan lalu itu, seorang petugas keamanan di wilayah Goiania, juga mengaku telah membunuh 39 orang, di mana rata-rata adalah gelandangan dan kaum peniru lawan jenis (transvestis). [Reuters]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tersangka Pembunuh Guru Amerika Tak Terkait Kelompok Teroris

Tersangka Pembunuh Guru Amerika Tak Terkait Kelompok Teroris

News | Senin, 08 Desember 2014 | 11:20 WIB

JAH Kesal Sri Tuduh Dirinya Selingkuh

JAH Kesal Sri Tuduh Dirinya Selingkuh

News | Sabtu, 22 November 2014 | 21:04 WIB

Kronologi Penangkapan JAH di Nabire

Kronologi Penangkapan JAH di Nabire

News | Sabtu, 22 November 2014 | 19:15 WIB

Terkini

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:29 WIB

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:24 WIB

Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:21 WIB

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:14 WIB

PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis

PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:13 WIB

Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki

Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:02 WIB

Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan

Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:48 WIB

Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama

Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:44 WIB

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:42 WIB