Pembunuh Berantai Ini Bunuh 42 Orang untuk 'Kesenangan'

Arsito Hidayatullah
Pembunuh Berantai Ini Bunuh 42 Orang untuk 'Kesenangan'
Sailson Jose das Gracas (tengah) saat dikawal petugas di kantor polisi di Nova Iguacu, Rio de Janeiro, Brasil, Kamis (11/12/2014). [Reuters/Fabio Golcalves]

Korban yang kebanyakan perempuan kulit putih bisa diintai berbulan-bulan sebelum diserang.

Suara.com - Seorang lelaki yang ditangkap pihak kepolisian atas dugaan pembunuhan, di Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (10/12/2014) lalu, mengakui telah membunuh setidaknya 42 orang dalam 10 tahun terakhir. Jika benar, sosok bernama Sailson Jose das Gracas (26) ini kemungkinan adalah pembunuh berantai terkejam di Brasil.

Yang cukup mengejutkan adalah bahwa berdasarkan keterangannya kepada petugas kepolisian di salah satu kantor polisi sekitar Rio, dia melakukan pembunuhan sebagai kesenangan sekaligus menikmati gejolak adrenalinnya. Namun dia juga mengaku biasa "bekerja" sebagai pembunuh bayaran.

Menurut sang tersangka pembunuh pula, dia lebih memilih korban perempuan berkulit putih, yang biasanya dibunuh dengan cara mencekik. Di antara 42 korbannya, diperkirakan sebanyak 39 orang adalah perempuan.

"Saya biasanya menuggu sampai ada kesempatan untuk masuk rumah (korban) dan membunuh," ungkap Das Gracas kepada wartawan, sambil menambahkan bahwa dia bisa mengintai dan menunggu berbulan-bulan.

"Ketika saya tidak melakukan itu (pembunuhan), saya jadi gugup, dan kemudian saya pergi berburu (mengincar korban lain)," ujarnya lagi. Kehadiran Das Gracas di depan media massa sendiri sengaja diatur polisi, serta merupakan hal yang biasa terjadi di Brasil.

Lebih jauh dikatakan Das Gracas, dia kerap kali harus membuang kuku para korbannya, demi menghindari luka atau goresan dari pergumulan mereka. Dia juga mengaku bahwa istrinya tahu soal pembunuhan yang dilakukannya.

Sang tersangka pembunuh menambahkan, dia mulai terlibat dalam tindak kejahatan sejak usia 15 tahun, dimulai dengan aksi perampasan tas. Lantas pada usia 17 tahun, dia mengaku akhirnya melakukan tindak pembunuhan pertamanya.

Sementara itu, beberapa pengamat menilai bahwa Das Gracas adalah seorang psikopat yang menikmati sorotan media. Oleh karenanya, setiap pengakuan tersangka itu harus diwaspadai dan perlu diperiksa ulang.

Meski begitu, pihak kepolisian mengaku yakin dengan pengakuan sosok ini, sembari terus mengecek ulang dengan catatan peristiwa pembunuhan selama ini. Disebutkan, setidaknya sejauh ini sudah ada empat kasus pembunuhan yang cocok dengan pengakuan Das Gracas.

Penangkapan ini sendiri muncul hanya berselang beberapa bulan sejak kasus lain yang hampir serupa di Brasil. Beberapa bulan lalu itu, seorang petugas keamanan di wilayah Goiania, juga mengaku telah membunuh 39 orang, di mana rata-rata adalah gelandangan dan kaum peniru lawan jenis (transvestis). [Reuters]

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS