Jokowi Akan Bangun Istana Negara di Papua

Doddy Rosadi | Suara.com

Sabtu, 20 Desember 2014 | 22:40 WIB
Jokowi Akan Bangun Istana Negara di Papua
Jokowi di Papua. (Antara)

Suara.com - Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Yakoba Lokbere Wetipo menyatakan, kehadiran Presiden Joko Widodo dan rombongan 27 Desember 2014 di Jayapura akan memberikan banyak manfaat bagi percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih itu.

"Kita harus lihat secara luas, bahwa kehadiran Presiden Jokowi di Jayapura bukan saja ikuti perayaan Natal nasional bersama, tetapi lebih dari itu. Karena beliau terkenal dengan gaya blusukannya, ingin mengetahui dan mendengar langsung keluhan rakyatnya," kata Yakoba Lokbere Wetipo di Kota Jayapura, Papua, Sabtu malam.

Yakoba mengemukakan, kehadiran mantan Wali Kota Solo itu di Papua bukan saja akan menghadiri perayaan Natal nasional bersama tetapi akan blusukan kesejumlah tempat, seperti yang dijadwalkan.

"Beliau akan meletakkan batu pertama pembangunan pasar Sentani, peletakkan batu pertama pembangunan jembatan Hamadi-Holtekamp. Lalu kunjungan ke Wamena dan bertemu sejumlah tokoh Papua, termasuk bertemu relawan Jokowi di GOR Waringin," katanya.

Dalam pertemuan dengan para tokoh Papua, kata Yakoba, tentunya Presiden Jokowi akan mendapatkan sejumlah keluhan, saran, dan masukan terkait percepatan pembangunan di Papua.

"Nah dari situ saja, bisa membuktikan bahwa Presiden Jokowi menaruh perhatian yang besar untuk kemajuan masyarakat Papua dan Papua Barat, mau menemui orang Papua, dengar pendapat mereka dan bisa langsung berikan solusi," katanya "Apa lagi, kita semua tahu bahwa Presiden mempunyai gaya blusukan, langsung mau menemui rakyatnya. Dalam kesempatan itu kami juga akan mengusulkan agar Presiden Jokowi menemui penjual mama-mama Papua yang menginginkan pembangunan pasar representatif," lanjutnya.

Untuk itu, Yakoba yang juga Ketua Komisi E DPRD Papua yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan itu mengajak agar semua pihak di tanah Papua untuk membuka hati menerima kedatangan Presiden Jokowi bersama rombongan.

"Termasuk para relawan yang memenangkan Presiden Jokowi-JK di 29 kabupaten/kota bahkan yang ada di Papua Barat untuk kita membuka hati, menerima kehadiran Presiden RI yang akan mengikuti Natal bersama. Karena di balik ini, saya percaya ada hikmah, akan ada banyak hal yang akan terjadi di Tanah Papua," katanya.

Kehadiran Presiden Jokowi, lanjut Yakoba akan membawa berkat dalam percepatan pembangunan di Tanah Papua. "Artinya ini merupakan suatu keprihatinan dan keseriusan dari pada Bapak Presiden untuk melihat Papua itu dari dekat, bukan saja dari Jakarta. Dan rencananya kedatangan beliau juga akan membicarakan pembangunan istana negara di Sentani, Kabupaten Jayapura atau tempat lainnya di Papua," katanya.

"Yah banyak hal yang akan dibicarakan terkait dengan kunjungan Bapak Presiden, dan itu terkait didalam pembangunan transportasi darat, laut, udara dan semua yang ada di tanah Papua itu yang akan dibicarakan," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2.500 Pasukan Keamanan Jaga Jokowi di Kupang

2.500 Pasukan Keamanan Jaga Jokowi di Kupang

News | Jum'at, 19 Desember 2014 | 07:46 WIB

Terkini

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:25 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:14 WIB

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB