Solusi Kelebihan Penghuni Penjara, Laksanakan Eksekusi Mati

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 22 Desember 2014 | 18:15 WIB
Solusi Kelebihan Penghuni Penjara, Laksanakan Eksekusi Mati
penjara

Suara.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Mardjoeki mengatakan daya tampung lembaga pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat, sudah over capacity sampai 400 persen.

"Isi 1.946 penghuni, kapasitasnya 572 untuk Lapas kelas II A Salemba dengan over capacity 400 persen. Rutan Salemba kapasitas 800, isinya 3.800 dengan over kapasitas 400 persen," kata Mardjoeki kepada rombongan anggota Komisi III DPR saat berkunjung ke lembaga pemasyarakatan kelas II A Salemba, Senin (22/12/2014).

Mardjoeki mengatakan kelebihan kapasitas tersebut terjadi karena tidak ada anggaran untuk memperluas penjara.

Ia mengatakan keluhan ini sebenarnya sudah ia sampaikan kepada Joko Widodo ketika masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Anggaran DKI tahun 2014 tidak ada untuk peningkatan kapasitas (infrastruktur). Apa boleh buat kami lakukan pemindahan ke luar DKI sekitar 2.000 napi, meskipun kami tidak punya anggaran pemindahan," kata dia.

Mardjoeki menambahkan akibat dari kelebihan daya tampung penjara, banyak tahanan dan narapidana yang mudah emosi oleh hal sepele.

"Dampaknya narapidana sangat sensitif dan reaktif. Ruangan sempit, dan panas, hal-hal kecil seperti ini membuat gesekan fisik terjadi kepada mereka," kata Mardjoeki.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III Azis Syamsudin mengatakan over capacity yang terjadi di penjara sudah termasuk pelanggaran HAM.

Azis mengusulkan cara untuk mengurangi masalah itu, yakni pemberian remisi dan pembebasan bersyarat kepada narapidana, tapi tetap harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Cara lainnya ialah eksekusi mati terhadap narapidana kelas berat juga harus dilakukan, tapi juga harus sesuai ketentuan. Saat ini, di penjara kelas II A Salemba terdapat 10 napi yang telah divonis mati, delapan orang kasus narkoba dan dua orang kasus pembunuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lima Orang Bakal Dieksekusi Mati, KontraS Lapor ke PBB

Lima Orang Bakal Dieksekusi Mati, KontraS Lapor ke PBB

News | Minggu, 14 Desember 2014 | 15:14 WIB

YLBHI: Jokowi Harus Berani Hapus Hukuman Mati

YLBHI: Jokowi Harus Berani Hapus Hukuman Mati

News | Minggu, 14 Desember 2014 | 13:10 WIB

Jaksa Agung Nilai, Nusakambangan Tempat Aman Eksekusi Mati

Jaksa Agung Nilai, Nusakambangan Tempat Aman Eksekusi Mati

News | Jum'at, 12 Desember 2014 | 13:21 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×