Suara.com - Tujuh jenazah korban penumpang AirAsia QZ8501 yang berhasil dievakuasi dari permukaan laut di Selat Karimata didoakan oleh para tokoh lintas agama di RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Hal iti dilakukan menyusul belum jelasnya identitas para korban yang sebagian kini sudah dikirim ke Surabaya, Jawa Timur.
"Kami mempersilakan kepada tokoh agama Islam, Kristen dan lainnya yang ingin mendoakan sesuai dengan agama masing-masing. Jenazah yang dibawa ke sini kan umumnya belum teridentifikasi," kata Direktur RSUD Sultan Imanuddin, dr Sayuti Syamsul di Pangkalan Bun, Kamis (1/1/2015).
Salah seorang tokoh Kristen, Pendeta Sirdjon Palese mengatakan, pihaknya menyiapkan ada sepuluh pendeta yang bertugas bergantian setiap harinya untuk mendoakan jenazah yang dibawa ke rumah sakit tersebut.
Hampir semua perwakilan tokoh agama selalu hadir untuk mendoakan jenazah yang dibawa ke kamar jenazah rumah sakit tersebut. Rohaniawan mendoakan jenazah setelah tim dokter membersihkan dan mengemas jenazah untuk disiapkan diberangkatkan.
"Kami mendoakan dengan cara agama masing-masing, tanpa melihat apapun agama jenazah tersebut. Apalagi sebagian besar jenazah yang dibawa ke sini itu belum teridentifikasi," kata Sirdjon Palese.
Para rohaniawan atau tokoh agama akan terus secara bergantian berada di rumah sakit karena diperkirakan masih banyak jenazah yang akan dievakuasi ke rumah sakit tersebut, sebelum diterbangkan ke Surabaya.