Suara.com - Kapal Negara SAR 101 Purworejo milik Badan SAR Nasional yang ditumpangi oleh Basarnas Special Group dan TNI AL untuk melakukan evakuasi jenazah di bawah laut, terlambat berangkat menuju pencarian pesawat AirAsia QZ 8501.
Keterlambatan itu lantaran lamanya menunggu petugas dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan ditambah cuaca buruk.
Kapten KN SAR 101 Adil Triyanto menuturkan, proses evakuasi pesawat AirAsia hari ini sudah tidak lagi diberangkakan karena gelombang arus yang tinggi dan berisiko.
"Ketinggian ombak di tengah (laut) sampai tiga meter lebih," ucap Adil di Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kalimantan Selatan, Kamis (1/1/2014).
Untuk informasi, sebelumnya kapal KN 224 akan berangkat pada pukul 8.00 WIB untuk mencari serpihan-serpihan dan jenazah.
Dia mengatakan, saat itu cuaca cukup cerah dan gelombang laut masih relatif kecil. Tetapi, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang direncanakan berangkat bersama datang terlambat sampai siang hari.
"Seharusnya dari tadi sudah bisa jalan tapi kami masih menunggu tim dari KNKT," jelas dia.
Namun hingga pukul 14.20 WIB dikabarkan kapal tetap akan berangkat menuju lokasi pencarian. Lantaran Kapal yang membawa tim penyelam itu sudah melakukan persiapan-persiapan sejak pagi.