Tubuh Tak Utuh dan Membusuk Sulitkan Identifikasi Korban AirAsia

Siswanto, Nikolaus Tolen

Jum'at, 09 Januari 2015 | 16:25 WIB
Tubuh Tak Utuh dan Membusuk Sulitkan Identifikasi Korban AirAsia
Sejumlah penyelam mengangkat balon berukuran besar milik TNI AL, di Base Ops Lanudal Juanda, Kamis (8/1/2015). Balon ini akan dipergunakan mengangkat ekor pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. [Antara/Eric Ireng]

Suara.com - Memastikan identitas jenazah korban pesawat jatuh AirAsia QZ8501 bukan perkara mudah, bagi tim Disaster Victim Identification Kepolisian Daerah Jawa Timur sekalipun.

Kondisi fisik jenazah yang tidak utuh dan mulai membusuk, membuat petugas tidak bisa cepat memastikan siapa dan dari mana identitas jenazah.

"Ini yang membuat tim DVI tidak boleh gegabah dan cepat-cepat menentukan," ujar Ketua Tim DVI Polda Jawa Timur Kombespol Budiyono.

Tim DVI tidak akan bisa tidur nyenyak jika jenazah-jenazah yang sedang diidentifikasi belum diketahui identitasnya.

Setiap pukul 18.00 WIB, tim yang terbagi dalam beberapa kelompok menggelar prarekonsiliasi terhadap jenazah yang sudah ada di RS Bhayangkara.

Selain mengumpulkan bahan dan data, rapat itu juga menjadi persiapan rapat rekonsiliasi keesokan harinya guna menentukan kepastian identitas jenazah.

"Rapat rekonsiliasi digelar setiap pagi pukul 09.00 WIB. Pada rapat tersebut diketahui hasil identifikasi sehingga bisa segera diserahkan ke keluarganya masing-masing," kata dia.

Akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat jika proses identifikasi tidak berjalan sesuai rencana dan menemui banyak kendala. Oleh karena itu, Budiyono sangat berharap pada keluarga dan kerabat korban untuk memberikan informasi dan data akurat mengenai korban.

"Properti yang digunakan korban terakhir kali sangat membantu, seperti pakaian atau peralatan yang menempel pada tubuh korban," kata dia.

Tim juga mengandalkan barang pribadi yang kerap digunakan korban, seperti sisir dan sikat gigi.

"Kalau sidik jari masih terbaca maka bukan sebuah pekerjaan sulit karena hanya dalam hitungan menit pasti sudah terbaca," kata Kabid Dokkes Polda Jawa Timur.

Dalam mengidentifikasi korban-korban AirAsia berpenumpang 162 orang itu, Tim DVI Polda Jawa Timur bekerja dengan didampingi tim dari Mabes Polri dan beberapa Polda lain, serta instansi seperti dokter rumah sakit dan fakultas kedokteran dari beberapa universitas.

Mereka juga dibantu sejumlah negara sahabat, seperti Australia, Korea Selatan, Singapura, Uni Emirat Arab dan Malaysia, dalam mengidentifikasi jenazah korban QZ8501 itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Tahapan Pengangkatan Ekor AirAsia dari Dasar Selat Karimata

Ini Tahapan Pengangkatan Ekor AirAsia dari Dasar Selat Karimata

News | Jum'at, 09 Januari 2015 | 16:09 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×