Ketua DPR Ingin Jokowi Segera Lantik Budi Gunawan Jadi Kapolri

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2015 | 11:11 WIB
Ketua DPR Ingin Jokowi Segera Lantik Budi Gunawan Jadi Kapolri
Presiden Joko Widodo memberikan kterangan pers di Istana Merdeka, Minggu (25/1). (Antara)

Suara.com - Ketua DPR Setya Novanto berharap agar Presiden Joko Widodo segera melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kapolri. Budi adalah calon tunggal Kapolri yang sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Setya mengatakan sesuai peraturan, setelah DPR setuju mengangkat Kapolri baru yang diusulkan Presiden, maka Kapolri harus dilantik paling lama 20 hari. Seperti diketahui, Budi telah disetujui DPR menjadi Polri 1 tanggal 15 Januari 2015lewat rapat paripurna.

Apalagi, kata Setya, Presiden Jokowi telah membentuk Tim Independen untuk membantu mencari solusi atas permasalahan KPK-Polri.

"Saya harapkan ke Presiden. Kan sudah dibentuk Tim Independen, kita hargai, apresiasi, itu bentuk sikap kenegaraan Presiden, tidak mengutamakan kekuasaan tapi hukum. Yang kita harapkan, Tim Independen ini menjalankan secara obyektif dan transparan dan tidak lakukan hal-hal yang jadi persoalan yang baru. Justru beri pertimbangan saran, agar ada solusi yang terbaik dan secepat mungkin," kata Setya di DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Komisi III DPR, kata Setya, akan memantau perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Tentu bagi pimpinan DPR akan tindak lanjuti, evaluasi, kita serahkan ke komisi III untuk lihat perkembangan ini sejernih-sejernihnya," kata Setya.

Terkait dengan penyelidikan kasus Budi Gunawan di KPK, Setya berharap Polri mau menghargai proses hukum serta menghormati KPK. Seperti diketahui, sejumlah saksi Budi Gunawan yang merupakan perwira tinggi Polri mangkir dari panggilan KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Kita harapkan masing-masing bisa saling menghargai dan juga kita harapkan semua kondusif. Baik kewibawaan Polri dan KPK. Lihat substansi masing-masing. Semua percayakan ke dua instansi ini," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bambang Datang ke Komnas HAM untuk Ungkap Proses Penangkapannya

Bambang Datang ke Komnas HAM untuk Ungkap Proses Penangkapannya

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 10:40 WIB

Gara-gara Pernyataan Menteri Tedjo, Jokowi Kena Imbasnya

Gara-gara Pernyataan Menteri Tedjo, Jokowi Kena Imbasnya

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 09:44 WIB

Politisi Hanura Apresiasi Keinginan Bambang Widjojanto Mundur

Politisi Hanura Apresiasi Keinginan Bambang Widjojanto Mundur

News | Selasa, 27 Januari 2015 | 08:13 WIB

Terkini

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

Jangan Bikin Iran Ngamuk, Teluk Persia Terancam Jadi Neraka Baru

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:37 WIB

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:45 WIB

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:38 WIB

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:34 WIB

DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik

DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:28 WIB

Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas

Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:20 WIB

Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot

Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot

News | Senin, 23 Maret 2026 | 16:19 WIB