Giok 20 Ton Ditangani Pemerintah, Warga Protes Takut Tak Kebagian

Siswanto

Kamis, 26 Februari 2015 | 12:45 WIB
Giok 20 Ton Ditangani Pemerintah, Warga Protes Takut Tak Kebagian
Ilustrasi batu giok (Shutterstock).

Suara.com - Warga Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, protes atas keputusan pemerintah setempat membelah batu giok seberat 20 ton. Mereka tidak menerima jika batu tersebut sepenuhnya dikuasai pemerintah daerah.

"Kita sudah minta (batu giok 20 ton) ini dibagikan dulu untuk warga setempat dan penemu batu. Mata pencaharian warga di sini tergantung dari batu, jadi kami keberatan jika batu itu dibelah dan dikuasai pemerintah," kata warga Desa Pante Ara, Kamaruzzaman, kepada suara.com, Kamis (26/2/15).

Ia mengatakan dari awal warga telah menjalin komunikasi dengan pemerintah untuk mendapatkan solusi atas keberadaan batu giok. Warga Desa Pante Ara mengusulkan agar batu itu dibagi-bagi langsung di lokasi penemuan. Giok tersebut, kata dia, dapat dibagi empat, yakni kepada penemu batu, desa setempat, Pemkab Nagan Raya, dan pekerja yang membelah batu.

"Yang dapati batu itu kami warga desa di sini, kenapa semua diambil dan dibawa mereka (Pemerintah Nagan Raya)? Katanya nanti baru dibagi-bagi setelah dibelah dan diamankan," ujarnya.

Batu ini pertamakali ditemukan warga bernama Usman (45) di kawasan hutan lindung. Usman sendiri sampai sekarang belum mengetahui bagaimana kelanjutannya. Dikatakan Kamaruzzaman, Usman kini hanya bisa pasrah terhadap batu yang sekarang ditangani pemerintah.

"Apa dapat jatah atau gak yang temuin itu, kami juga belum tau. Cuma bisa pasrah aja liat batu itu dibelah dan dibawa mereka (Pemerintah Nagan Raya)," tuturnya.

Seperti diketahui Pemerintah Kabupaten Nagan Raya akhirnya membelah batu giok raksasa. Batu dipotong dengan menggunakan enam mesin dan melibatkan puluhan warga setempat.

"Sesuai putusan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), batu (giok) sudah kita belah. Ini untuk mencegah konflik antar warga," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya, Samsul Kamal, kepada suara.com.

Dikatakan Samsul, proses pembelahan batu sudah dilakukan sejak Sabtu, 21 Februari lalu. Hingga saat ini jumlah giok yang berhasil dibelah telah mencapai 5 ton. Kata dia, giok-giok yang tersebut langsung diamankan ke kantor Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nagan Raya.

"Sebelum diambil tindakan lebih lanjut oleh Muspida, giok yang sudah dibelah kita amankan ke kantor Distamben untuk sementara," katanya. [Alfiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Akhirnya Belah Giok 20 Ton di Nagan Raya

Pemerintah Akhirnya Belah Giok 20 Ton di Nagan Raya

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 10:47 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×