"Seseorang melakukan belokan panjang dan melihat Penang dari udara. Itu mungkin satu-satunya petunjuk terhadap si pelaku kejahatan," ujarnya.
Kapten Hardy juga meyakini bahwa lokasi pencarian saat ini dilakukan di tempat yang berjarak 185 kilometer jauhnya dari lokasi akhir pesawat. Teori Hardy muncul saat Menteri Transportasi Australia Warren Truss mengumumkan sebuah metode baru untuk melacak keberadaan pesawat di lautan.
Badan penyedia layanan penerbangan Australia akan bekerja sama dengan Malaysia dan Indonesia untuk menguji coba metode baru tersebut. Dengan metode tersebut, setiap pesawat akan dilacak keberadaannya setiap 15 menit, lebih singkat dibandingkan metode pelacakan sebelumnya yang dilakukan tiap 30 hingga 40 menit.
Pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang sejak tanggal 8 Maret 2014 silam. Pesawat tersebut mengangkut 239 orang. Sebanyak 7 diantaranya adalah warga negara Indonesia. (News.com.au)