Ini Cerita Haji Lulung Soal Modus Suap Ahok Lewat Sekda

Laban Laisila, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 03 Maret 2015 | 19:04 WIB
Ini Cerita Haji Lulung Soal Modus Suap Ahok Lewat Sekda
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menemui puluhan pendukungnya dari Pijar Indonesia, di pendapa Balai Kota, Jakarta, Selasa (3/3).[suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana (Lulung)  membeberkan awal mulanya penyuapan sebesar Rp12,7 triliun yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada DPRD DKI Jakarta.

"Sebenarnya waktu kita dapat surat dari Kemendagri, bahwa RAPBD 2015 dikembalikan, kita dikasih tembusannya, kita lihat kaget, kok bukan hasil pembahasan," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2015).

Lulung menerangkan, pengembalian draf RAPBD dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dilakukan sebelum sidang paripurna tanggal 27 Januari 2015 dimulai.

Lulung melanjutkan, ternyata Ahok baru ketahuan mengirimkan draf APBD yang berbeda sepekan setelah sidang Paripurna DPRD.

Disitu dia berserta pimpinan yang lain melakukan koordinasi dengan Prasetyo Edi Mursadi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta.

"Kemudian datanglah Sekda (Saefullah) ke rumahnya Prasetyo. Kasihlah sebundel anggaran sebesar Rp12,7 triliun kata ketua untuk apa? Kata Sekda ini ada tanah, ada ini, ada ini, ini untuk DPRD," cerita Lulung.

"Terus kemudian nanti bermasalah dong dengan orang yang punya?  6 triliun (rupiah) bukan uang sedikit untuk beli tanah. Tanah itu punya sertifikat yang oke nggak? karena pemerintah loh yang beli. Harus sertifikat. Itu dirapatkan ketua (Prasetyo), semua nolak,"  tambah politisi PPP itu.

Namun ketika ditegaskan kapan Sekertaris Daerah Saefullah menyambangi kediaman Prasetyo, Lulung tak mengetahui, kapan pertemuan itu terjadi. Dia malah meminta jurnalis untuk menanyakan langsung kepada Prasetyo.

"Saya nggak tahu. Tanya aja ke ketua (Prasetyo), karena yang dikasih ke ketua DPRD. Dan ini juga sudah kita laporkan ke Mendagri," tambah dia.

Selain itu Lulung menerangkan, Saefullah tiba ke rumah Prasetyo tidak seorang diri. Pertemuan itu, masih kata Lulung, dilakukan pada pagi hari.

"Saking ketakutannya datang subuh-subuh, supaya orang lain nggak tahu. Yang ditawarin program kenapa Rp12,7 triliun itu ada, teman-teman takut ngomongnya. Kalau gue nggak takut ngomongnya, orang itu sah disepakati. Itu hasil-hasil pembahasan yang berubah-ubah," tutup Lulung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jadi Pengacara DPRD, Pengacara BG Laporkan Ahok ke Bareskrim

Jadi Pengacara DPRD, Pengacara BG Laporkan Ahok ke Bareskrim

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 18:24 WIB

Tempuh Jalur Hukum, DPRD Jakarta Tunjuk Pengacara

Tempuh Jalur Hukum, DPRD Jakarta Tunjuk Pengacara

News | Selasa, 03 Maret 2015 | 17:09 WIB

Terkini

Home in a Lunchbox: Saat Bekal Makan Siang Menjadi Simbol Kasih Sayang

Home in a Lunchbox: Saat Bekal Makan Siang Menjadi Simbol Kasih Sayang

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Striker Singapura Ilhan Fandi: Indonesia Selalu di Hati, Tapi Nanti Malam Kita Rival

Striker Singapura Ilhan Fandi: Indonesia Selalu di Hati, Tapi Nanti Malam Kita Rival

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Gara-gara Es Rp10 Ribu, Dua Sales di Bandar Lampung Nyaris Diamuk Massa

Gara-gara Es Rp10 Ribu, Dua Sales di Bandar Lampung Nyaris Diamuk Massa

Lampung | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Iran Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Iran Ancam Blokir Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:57 WIB

Mau Beli Motor Bekas? Ini Deretan Dokumen Wajib yang Harus Kamu Periksa Biar Nggak Ketipu

Mau Beli Motor Bekas? Ini Deretan Dokumen Wajib yang Harus Kamu Periksa Biar Nggak Ketipu

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Orang Kaya Saja, Semua Keluarga Perlu Siapkan Warisan Sejak Dini

Bukan Orang Kaya Saja, Semua Keluarga Perlu Siapkan Warisan Sejak Dini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya

Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan

Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda

Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×