Christoper Rungkat dan Perjuangan Menembus Peringkat 100 Dunia

Angelina Donna | Suara.com

Minggu, 08 Maret 2015 | 08:10 WIB
Christoper Rungkat dan Perjuangan Menembus Peringkat 100 Dunia
Christopher Rungkat mengembalikan bola pada pertandingan pertama nomor tunggal babak pertama kualifikasi Piala Davis Grup II Zona Asia/Oceania di Jakabaring, Palembang, Jumat (6/3). [ANTARA/Widodo S. Jusuf]

Keberhasilan menjadi juara junior pada Grand Slam Prancis Terbuka 2008 tidak dapat dijadikan tolak ukur ketika terjun di jalur profesional karena terdapat perbedaan mencolok ketika bertanding di level usia muda dan senior tingkat dunia. Apalagi, kata dia, negara yang semula berada di bawah Indonesia pada era 80-an hingga akhir 90-an, kini sudah bisa menyejajarkan diri dengan petenis Eropa.

Sebut saja, dua petenis kembar asal Thailand Sanchai dan Sonchat Ratiwatan yang prestasinya mulai meroket, dan petenis Jepang Kei Nishikori yang baru-baru ini menembus empat dunia. Belum lagi, petenis Tiongkok dan Korea Selatan yang saat ini sudah wara-wiri di 20 besar dunia.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, Christo mengaku telah menemukan kemantapan untuk tetap berjuang di jalur profesional meski tidak menyangkal terkadang pikiran untuk menyerah itu muncul ketika gagal dalam suatu pertandingan.

"Maunya saya, atlet itu hanya memikirkan berlatih dan bertanding. Akan tetapi, hal ini belum bisa untuk saat ini karena masih ada keterbatasan. Hingga kini, saya masih melakukannya sendiri, seperti menyusun jadwal pertandingan hingga mendaftar dalam suatu turnamen," kata petenis yang mulai berlatih tenis pada usia tiga tahun ini.

Ia tidak memungkiri terdapatnya sejumlah komponen yang tidak dapat dipenuhinya di tengah berkecamuknya keinginan untuk menembus persaingan 100 dunia. "Makin merasa mampu, makin merasa pula banyak kekurangannya," ucap Christo.

Menurut dia, kondisi finansial menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam menjalani karier profesional ini. Dalam periode satu tahun, setidaknya Christo membutuhkan dana sekitar 80.000--100.000 dolar AS (atau hampir satu miliar rupiah) untuk biaya mengikuti tur berkeliling dunia.

"Memang ada yang mensponsori saya karena saya menjadi ikon sejumlah produk olahraga. Akan tetapi, sejauh ini tidaklah cukup. Ujung-ujungnya, tetap keluarga yang menjadi pendukung utama. Sementara itu, uang hadiah semisal tembus babak 16 besar atau delapan besar yang didapat, terbilang masih kecil," kata pengidola Andre Agassi ini.

Pengeluaran yang menguras kocek itu untuk biaya menyewa pelatih profesional, biaya tim manajemen yang terdiri atas tim teknologi informatika, tim video, dan tim marketing, hingga biaya lainnya untuk meningkatkan profesionalisme sebagai petenis, seperti memiliki laman di internet.

Untuk pelatih profesional, dia menggunakan jasa pelatih asal Amerika Serikat Robert Jesse Davis yang berdomisili di Kamboja.

"Karena terkait dana, saya terpaksa menyiasati dengan hanya didampingi pelatih selama 12 minggu dari 24 pekan total waktu turnamen selama satu tahun," ujar dia.

Optimistis
Meski dihadang berbagai persoalan di jalur profesional, Chirsto telah memiliki target pada Asian Games 2018. Ajang olahraga paling bergengsi di kawasan Asia ini akan dijadikan puncak kariernya dalam memperkuat tim nasional.

Ia yang sudah bergabung dengan tim nasional sejak berusia 17 tahun ini, tepatnya ketika Indonesia mengikuti Piala Davis di Hong Kong, optimitis bakal berprestasi pada tahun 2018 karena ketika itu akan berusia 29 tahun atau usia matang seorang petenis.

"Semua orang bicara begitu. Jika dilihat, memang ada benarnya karena rata-rata peringkat satu dunia pada usia 28--30 tahun," ujar putra dari mantan petenis nasional Elvia Merlianti ini.

Untuk itu, peraih perak ajang ITF Junior Morroco 2008 ini mengusung target menembus 100 dunia sebelum ambil bagian di Asian Games. "Saya yakin karena saya bekerja, bukan sembarangan bekerja, melainkan benar-benar bekerja keras untuk mencapainya," kata petenis yang berhasil mencapai peringkat 18 dunia kelompok junior ini.

Sementara, Pelatih Nasional Roy Therik mengatakan bahwa peluang Christo untuk mengukir sejarah sangat terbuka pada Asian Games mendatang. Menurut dia, Christo harus percaya diri karena sejatinya Indonesia pernah meraih medali Asian Games di cabang olahraga tenis pada periode 80-an hingga awal 90-an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Poin Lagi Tim Davis Indonesia Singkirkan Iran

Satu Poin Lagi Tim Davis Indonesia Singkirkan Iran

News | Jum'at, 06 Maret 2015 | 17:56 WIB

Tim Piala Davis Indonesia Yakin Bisa Libas  Iran

Tim Piala Davis Indonesia Yakin Bisa Libas Iran

News | Kamis, 05 Maret 2015 | 19:45 WIB

Kalahkan Sirriani, Aditya Tantang Christo di Final

Kalahkan Sirriani, Aditya Tantang Christo di Final

News | Sabtu, 29 November 2014 | 18:19 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB