Kasus Peluru Nyasar, Pangdam Cendrawasih Akui Anggotanya Ceroboh

Laban Laisila

Kamis, 12 Maret 2015 | 16:10 WIB
Kasus Peluru Nyasar, Pangdam Cendrawasih Akui Anggotanya Ceroboh
Ilustrasi. [shutterstock]

Suara.com - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen Siahan mengaku telah memproses dua anggotanya terkait kasus peluru nyasar yang menyebabkan dua orang tertembak di Bandara Mopah Merauke, Papua.

Ayah dan anak, masing-masing bernama Sugino (32) dan Nofan (6) terkena peluru nyasar saat bersandar di dinding bandara berbahan triplek yang tertembus peluru. Nofan langsung tewas ditempat.

Fransen juga menyebutkan kejadian itu bukti bahwa dua prajuritnya tersebut tidak profesional, sehingga keduanya saat ini  diproses oleh polisi militer Kodam Cenderawasih dan akan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Keduanya, baik perwira dan prajurit adalah anggota TNI yang ceroboh sehingga harus dihukum. Terutama Kepala Bekang yang membawa senjata api dalam kunjungan ke daerah, ini sangat saya sesalkan. Seharusnya perwira atau pejabat utama tidak usah membawa senjata, karena disana ada prajurit," ujarnya, Kamis (12/3/2015).

Menurutnya,  hasil pemeriksaan yang dilakukan Pomdam, Praka Dedy yang memegang pistol jenis FN selama ini jarang memegang senjata api jenis tersebut. Dan pistol sejenis itu hanya bisa dipegang atau indeksnya prajurit berpangkat perwira.

“Jadi Praka Dedy tidak pernah pegang jenis ini, sehingga saat memeriksa senjata itu, dia lebih dulu mengkokang bukan melepaskan magazinenya, lalu menembak ke arah dinding ini juga menyalahi prosedur semestinya ke atas," jelas dia.

Sebelumnya Nofan yang mengidap kanker tulang tertembak saat Praka Dedy anggota Yonif 755/Yalet hendak memeriksa amunisi senjata api milik Ka Bekang Letkol Joko Pitoyo, yang saat itu akan terbang menuju Jayapura.

Tak hanya Nofan, sang Ayah Sugiono pun terkena  luka parah dibagian dada dan kini tengah menjalani rawat rujukan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Ditgaskan Fransen, ini sebagai bentuk tanggung jawab TNI atas kelalaian prajuritnyam

"Ini menjadi tanggung jawab kami atas kelalaian prajurit. Pak Sugiono saat ini dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto dan kondisinya sudah mulaimembaik. Kami juga memberikan bantuan kepada pihak keluarga korban,"tandasnya. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Beli Makanan di Kantin, Siswi SMK Ambruk Kena Peluru Nyasar

Beli Makanan di Kantin, Siswi SMK Ambruk Kena Peluru Nyasar

News | Rabu, 14 Januari 2015 | 16:26 WIB

Kantor Polsek Dilempari Molotov, Bupati Buol: Situasi Belum Pulih

Kantor Polsek Dilempari Molotov, Bupati Buol: Situasi Belum Pulih

News | Sabtu, 19 April 2014 | 20:51 WIB

Lagi, Warga Bentrok dengan Polisi di Buol

Lagi, Warga Bentrok dengan Polisi di Buol

News | Sabtu, 19 April 2014 | 20:14 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×