Dua TNI Tewas, Anggota DPR Sebut Aceh Masih Berbahaya

Laban Laisila, Bagus Santosa

Rabu, 25 Maret 2015 | 14:14 WIB
Dua TNI Tewas, Anggota DPR Sebut Aceh Masih Berbahaya
Ratusan personel TNI mengikuti apel pasukan pemukul reaksi cepat sebelum mengikuti latihan di Mako Armada Timur, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/3). [Antara]

Suara.com - Anggota Komisi I Fraksi PAN Hanafi Rais, anak pendiri PAN Amien Rais, menilai kondisi Aceh saat ini masih dalam kondisi berbahaya menyusul ditemukannya dua personel TNI yang tewas ditembak di kawasan Kecamatan Nisam, Aceh Utara.

Hanafi menuntut TNI untuk memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan peta rawan kejahatan di seluruh Provinsi Nanggroe Aceh Darrosalam.

"Dengan kejadian seperti ini Aceh itu berbahaya, karena kan anggota TNI itu sedang tugas, mungkin (korban) agak lalai, lengah, pengawasan kurang sigap dan kurangnya pencegahan di kantung-kantung yang rawan. Mereka (TNI) harusnya punya (peta kerawanan). Nanti Kalau ada raker dengan TNI kita akan buka pemetaan di Aceh. Karena sampai ada kelalaian dan membahayakan seperti ini," kata Hanafi di DPR, Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Selain itu, Hanafi juga berharap agar kejahatan ini bisa diusut tuntas. Dia meyakini kalau peristiwa ini mudah diusut oleh pihak keamanan.

“Dugaannya itu kan sipil bersenjata, tapi dengan kekuatan intelijen polisi, TNI, masyarakat, (peristiwa) itu terjadi secara vulgar, harusnya lebih mudah dilakukan pengungkapan. Kita beri kesempatan," ucapnya.

Sebelum ditemukan tewas tertembak, dua anggota Kodim 0103 TNI Angkatan Darat Aceh Utara, yakni Sertu Indra dan Serda Hendri ‎sempat dinyatakan hilang. Mereka diketahui hilang sejak Senin sore (23/3/2015), karena tidak kembali ke Kodim untuk laporan.

"Sehari kemarin mereka hilang sejak sore pukul16.00 Wib karena tidak laporan. Dandim kemudian mencari dan tidak ditemukan," kata Brigjen TNI Wuryanto Kepada Dinas Penerangan Mabes TNI AD saat dihubungi wartawan, Selasa (24/3/2015).

Dia menjelaskan, kedua anggota Kodim 0103 ini bertugas di bidang pembinaan teritorial di wilayah‎ Aceh Utara. Terakhir diketahui mereka berada di sebuah kampung di pemukiman warga.

"Keberadaan terakhir mereka singgah di rumah Kepala Dusun Kampung Alupapan, Desa Alumbang," ujarnya.

Dua jenazah anggota TNI ini ditemukan tewas oleh anggota Polres Loksmawe, Aceh Utara pada pukul 08.30 Wib. ‎Korban‎ ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, dalam kondisi terikat.

"Kondisi mereka terikat dengan tangan kebelakang pakai kain warna merah. Mereka berdekatan satu dengan yang lain, dalam keadaan telanjang, tinggal celana dalam dan ada luka tembakan," ungkapnya.

Kini kedua jenazah sedang diotopsi di RSUD Kesrem, Lhokseumawe untuk diselidiki‎. Diduga koban ditembak menggunakan senjata laras panjang.

‎"Sekarang masih diotopsi. Ada 12 butir selongsong AK-47 dan tiga selongsong M-16," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Anggota TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

Dua Anggota TNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak

News | Selasa, 24 Maret 2015 | 15:47 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×