KPAI Jadikan Kasus ABG Bogor sebagai Pembuka Kasus Lain

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 02 April 2015 | 18:35 WIB
KPAI Jadikan Kasus ABG Bogor sebagai Pembuka Kasus Lain
Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Kasus perdagangan anak yang dialami DA (14), anak asal Bogor, Jawa Barat, diduga hanyalah puncak dari gunung es.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta menduga masih banyak kasus serupa. Kasus DA akan menjadi pembuka pembuka untuk kasus-kasus lainnya.

"Makanya kami minta kepada LPSK agar melindungi korban, karena kami berharap agar DA menjadi whistle blower untuk membuka kasus lainnya," kata perwakilan LBH Jakarta Lana Theresia Siahaan di gedung KPAI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2015).

LBH Jakarta siap mendampingi dengan melakukan investigasi kasus DA.

"Makanya kita siap untuk melakukan investigasi secara mendalam. Karena DA pernah mengatakan masih ada sejumlah ABG di tempatnya bekerja tersebut, maka kami harapkan DA bisa menjadi pembuka jalan untuk kasus asusila ini," Lana menambahkan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Ni'am Sholeh prihatin dengan kejadian yang menimpa DA.

"Yang pasti kita prihatin ya, dan pasti dengan peristiwa ini, kondisi korban shock, kita siap mengawal dan menanganinya," kata Asrorun.

Seperti diketahui, DA dipekerjakan di salah satu diskotik di Kelapa Gading, padahal awalnya dia diajak bekerja di restoran dengan gaji hingga Rp12 juta per bulan.

KPAI menduga DA juga mengalami pelecehan seksual. Selain itu, KPAI juga menduga ada pemalsuan umur dalam dokumen sehingga usianya menjadi 19 tahun.

Kasus ini menjadi panjang. Soalnya, Polsek Kelapa Gading telah menetapkan DA dan ibunya, Ruminah, menjadi tersangka.

Mereka berurusan dengan polisi lantaran orang yang merekrut DA lapor polisi dengan tuduhan penipuan karena sudah menerima uang muka. Tapi, sebagian orang yang merekrut DA kini juga sudah menjadi tersangka dan ditahan polisi Bogor setelah dilaporkan oleh ibu DA dengan kasus perdagangan anak.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia kemudian turun tangan mengawal kasus perdagangan anak ini. DA dan ibunya kini dilindungi KPAI di rumah aman bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Dipekerjakan di Diskotek, LBH Jakarta Minta Ahok Bertindak

Anak Dipekerjakan di Diskotek, LBH Jakarta Minta Ahok Bertindak

News | Kamis, 02 April 2015 | 17:47 WIB

KPAI Ungkap Dugaan Pemalsuan Usia Anak yang Dipaksa Kerja di Pub

KPAI Ungkap Dugaan Pemalsuan Usia Anak yang Dipaksa Kerja di Pub

News | Kamis, 02 April 2015 | 16:41 WIB

Cerita Lengkap ABG Dipaksa Kerja di Diskotek, Tapi Malah Jadi TSK

Cerita Lengkap ABG Dipaksa Kerja di Diskotek, Tapi Malah Jadi TSK

News | Kamis, 02 April 2015 | 16:17 WIB

KPAI Kawal Bocah Dijanjikan Kerja Restoran Ternyata Diskotek

KPAI Kawal Bocah Dijanjikan Kerja Restoran Ternyata Diskotek

News | Kamis, 02 April 2015 | 15:27 WIB

Awas, Selain Kampanye ISIS, Medsos Juga untuk Cari Korban Anak

Awas, Selain Kampanye ISIS, Medsos Juga untuk Cari Korban Anak

News | Selasa, 31 Maret 2015 | 10:45 WIB

Terkini

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Profil Herri Pras, Konten Kreator Dipolisikan usai Diduga Serang UAS dan UAH

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:06 WIB

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Rupiah Tertekan ke Rp18.145 per Dolar AS, BI Ungkap Tiga Biang Kerok Utamanya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

Heboh Isu Pengerahan Pasukan Skala Besar ke Jakarta usai Listyo Tersangka, Ini Penjelasan TNI

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:55 WIB

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

Singgung Pasal Makar Sadap Prabowo, Mahfud: Produk Final Sampai ke Solo untuk Ganggu Pemerintah

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Auto-Kenyal! 5 Rekomendasi Plumping Cream untuk Skin Barrier Sehat

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 07:50 WIB

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

Sindir Raksasa Sawit, Koalisi Sipil Siap Gelar Aksi di Dekat Pertemuan RSPO Terkait Bencana Karhutla

News | Rabu, 04 November 2026 | 07:45 WIB

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

OJK Mendadak Turun Tangan Atasi Masalah MNC Bank, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 07:32 WIB

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Jenderal Listyo Tersangka Kasus Penyadapan, Siapa Pengganti Kepala Staf Presiden?

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 07:28 WIB

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest  di Solo Tetap Digelar

Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar

Surakarta | Rabu, 04 November 2026 | 07:26 WIB

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Bisakah Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan saat Masih Aktif Bekerja?

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 07:23 WIB

×