Evakuasi Batu Giok, Pemkab Habiskan Ratusan Juta

Esti Utami

Minggu, 05 April 2015 | 17:35 WIB
Evakuasi Batu Giok, Pemkab Habiskan Ratusan Juta
Batu giok 20 ton yang ditemukan di Nagan Raya. [Suara.com/Alfiansyah Ocxie]

Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Aceh, sudah menghabiskan dana Rp600 juta untuk mengevakuasi batu giok seberat 20 ton yang diperebutkan masyarakat pedalaman kawasan Pante Ara, Kecamatan Beutong.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal yang dihubungi di Jeuram, Minggu (5/4/2015) mengatakan, pihaknya berhasil mengevakuasi sekitar 5,5 ton batu alam yang diperebutkan sementara sisanya masih berada di lokasi.

"Dari 20 ton itu kami perhitungkan hanya intinya sekitar satu ton yang berkwalitas baik, sementara sisanya bisa dijadikan aksesoris juga. Buat sementara ini lokasi batu masih dijaga oleh Polhut (PAM) karena evakuasi dihentikan sementara," katanya.

Dia menjelaskan, dari ukuran besar batu giok Aceh seberat 20 ton ini hanya ditemukan sekitar 1,2 ton dimensi batu giok Aceh berkwalitas mengandung jenis Idocress dan Solar (kwalitas super seharga Rp10-15 juta per kilogram) yakni pada ukuran panjang batu 2,5 meter, lebar 25 cm dan ke dalaman 40 cm.

Karena perburuan batu giok di kawasan hutan lindung tersebut memanas, Pemkab terpaksa melibatkan kepolisian bahkan TNI-AD untuk menghindarkan konflik sesama warga yang saling mengklaim pertama menemukan batu itu.

Samsul Kamal menyayangkan sikap anggota dewan setempat yang menilai pengeluaran pemerintah sampai Rp600 juta tidak seimbang dengan hasil didapatkan Pemkab dalam proses evakuasi batu giok Aceh tersebut. Ia menegaskan, pemerintah turun tangan melakukan evakuasi agar konflik tidak berkepanjangan.

"Pemerintah tidak mencari keuntungan dari batu ini, apapun tindakan kita lakukan semata untuk menengahi persoalan warga. Jadi kalau ada yang menilai bahwa muspida menghamburkan uang tapi tidak kembali modal itu saya pikir hal yang keliru kalau orientasi ke bisnis," tegasnya.

Dia menambahkan, Dinas Pertambangan hanya sebagai pelaksana harian menyelesaikan persoalan tersebut dan dinas berperan ikut menjaga kelestarian hutan lindung dan lingkungan sekitar lokasi batu giok seberat 20 ton ini.

"Itukan kawasan hutan lindung, jadi semua pihak berkewajiban menjaga agar tidak rusak. Menyangkut pembagian untuk masyarakat itu diputuskan oleh muspida berapa bagian mereka, saya hanya melaksanakan tugas," tegasnya.

Untuk datang ke lokasi batu alam ini harus menempuh jarak sekitar 2,5 jam perjalanan kaki dari pinggiran desa melewati bebatuan dan terjal pegunungan, meski demikian mencari batu alam ini sudah menjadi sumber perekonomian masyarakat setempat, mulai dari kaum perempuan, laki-laki dewasan hingga para remaja.

Batu giok Aceh ini menjadi rebutan warga saat diketahui harga jualnya diperkirakan mencapai Rp20-200 miliar. Namun belakangan diketahui tak semua batu berkualitas nomer satu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penemuan Batu Giok Raksasa di Nagan Raya, Beratnya Mencapai 5000 Ton

Penemuan Batu Giok Raksasa di Nagan Raya, Beratnya Mencapai 5000 Ton

Foto | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:00 WIB

Terkini

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:01 WIB

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:16 WIB

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:05 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 04:50 WIB

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:52 WIB

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 00:36 WIB

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 23:03 WIB

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:39 WIB

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 22:31 WIB