PBB: Perbudakan Seks Jadi Taktik Perang Kelompok Radikal

Liberty Jemadu

Rabu, 15 April 2015 | 18:07 WIB
PBB: Perbudakan Seks Jadi Taktik Perang Kelompok Radikal
Latihan ISIS di kamp khusus anak-anak. (Youtube)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tahun 2014 ditandai oleh meningkatnya jumlah kasus pemerkosaan, perbudakan seks, dan perkawinan paksa sebagai taktik dalam perang oleh kelompok-kelompok radikal di dunia seperti ISIS dan Boko Haram.

Dalam laporan yang dirilis awal pekan ini PBB mengemukakan kerisauan yang mendalam akan kekerasan seksual yang dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata, terutama mereka yang memperjuangkan ideologi radikal di Suriah, Irak, Somalia, Nigeria, Mali, Libya, dan Yaman.

"Kumpulan-kumpulan krisis ini telah mengungkapkan tren yang mengejutkan akan penggunaan kekerasan seksual sebagai taktik teror oleh kelompok-kelompok radikal," kata Ban.

Ban juga mengatakan bahwa upaya-upaya untuk melemahkan atau menghancurkan ISIS, Boko Haram, al-Shabab, Ansar Dine, dan kelompok-kelompok pendukung Al Qaida "adalah bagian esensial dalam perang melawan konflik terkait kekerasan seksual."

Perbudakan Seks Ideologi Boko Haram

Laporan itu sendiri menyoroti 19 negara yang terbelit konflik atau sedang berusaha bangkit dari keterpurukan akibat perang, yang di dalamnnya sering ditemukan berbagai bentuk kekerasan seksual seperti pemerkosaan, perbudakan seks, pelacuran atau pemaksaan, dan penghamilan atas paksaan. Kekerasan seksual tak hanya menimpa perempuan tetapi juga anak-anak lelaki.

PBB membuat daftar 45 kelompok di Afrika Tengah, Pantai Gading, Kongo, Irak, Mali, Somalia, Sudan Selatan, Suriah, dan termasuk Boko Haram di Nigeria yang "jelas disangkakan melakukan atau bertanggung jawab atas pola-pola pemerkosaan" dalam konflik.

Salah satu episode yang paling kelam dalam laporan itu adalah penculikan 276 pelajar perempuan di desa Chibok, Nigeria oleh Boko Haram pada 14 April. Hingga kini sebagian besar bocah itu belum dipulangkan dan diduga dijadikan budak dan dijual.

"Pernikahan paksa, perbudakan, dan penjualan perempuan-perempuan yang diculik adalah modus operandi dan ideologi utama Boko Haram," tulis PBB dalam laporannya.

ISIS Memperkosaan untuk Menyebar Teror

Sejak pertengahan 2014 jumlah laporan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh kelompok teroris meningkat drastis, terutama yang dilakukan oleh ISIS "yang menggunakan kekerasan seksual untuk menyebarkan teror, membantai kelompok etnis, pemeluk agama minoritas, dan masyarakat yang menentang ideloginya."

Laporan itu membeberkan secara khusus penculikan ratusan gadis dan perempuan Yazidi oleh ISIS di Irak, yang sebagian besar di antaranya dijual di Suriah untuk dijadikan budak seks. Laporan itu mencatat tiga kasus aborsi paksa karena alasan perbedaan etnis yang dicatat oleh pemerintah Irak.

Di Darfur, Sudan, jumlah pengungsi terus meningkat selama setahun terakhir dan demikian juga kasus pemerkosaan. Di Sudan Selatan kasus kekerasan seksual juga meningkat, termasuk pemerkosaan beramai-ramai, penganiayaan, penelanjangan paksa, dan aborsi paksa.

Sementara di Afrika Tengah, laporan itu menyebutkan 2.527 kasus kekerasan seksual selama 2014. PBB menyebutkan bahwa dua pihak yang terlibat konflik sama-sama menggunakan kekerasan seksual untuk menekan dan mempermalukan lawan mereka.

Di Kolombia, Amerika Latin, perempuan yang berjuang bersama masyarakat sipil demi ganti rugi lahan yang diambil pemerintah, menjadi target kekerasan seksual oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Kongo, meski mendapat catatan positif dari PBB karena pemerintahnya berani menghukum perwira militer yang melakukan kekerasan seksual dan memberi ganti rugi pada korban, tetap menjadi sorotan karena di 2014 jumlah kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terus meningkat. (Al Arabiya)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bocah 9 Tahun Hamil Diperkosa 10 Anggota ISIS

Bocah 9 Tahun Hamil Diperkosa 10 Anggota ISIS

News | Minggu, 12 April 2015 | 13:18 WIB

Militan ISIS Gunakan Kepala Manusia untuk Main Bola

Militan ISIS Gunakan Kepala Manusia untuk Main Bola

News | Sabtu, 11 April 2015 | 09:00 WIB

Twitter Hapus 10.000 Akun yang Berafiliasi ke ISIS

Twitter Hapus 10.000 Akun yang Berafiliasi ke ISIS

Tekno | Jum'at, 10 April 2015 | 14:30 WIB

Remaja 16 Tahun Dipaksa Layani Nafsu Birahi 24 Lelaki Setiap Hari

Remaja 16 Tahun Dipaksa Layani Nafsu Birahi 24 Lelaki Setiap Hari

News | Rabu, 04 Maret 2015 | 13:42 WIB

Anggota ISIS Berkelahi Gara-gara Budak Seks

Anggota ISIS Berkelahi Gara-gara Budak Seks

News | Minggu, 22 Februari 2015 | 06:07 WIB

Anggota ISIS Boleh Bercinta dengan Perempuan di Bawah Umur

Anggota ISIS Boleh Bercinta dengan Perempuan di Bawah Umur

News | Sabtu, 13 Desember 2014 | 09:31 WIB

Perkosa Anjing Tetangga, Mengaku Disuruh ISIS

Perkosa Anjing Tetangga, Mengaku Disuruh ISIS

News | Selasa, 28 Oktober 2014 | 18:10 WIB

Terkini

Atribut Ojol Disalahgunakan untuk Kejahatan, Komunitas di Bekasi Minta Polisi Tindak Tegas!

Atribut Ojol Disalahgunakan untuk Kejahatan, Komunitas di Bekasi Minta Polisi Tindak Tegas!

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:51 WIB

Saksi Sebut Pembagian Kuota Haji 50:50 Bukan Ide Yaqut Seorang Diri

Saksi Sebut Pembagian Kuota Haji 50:50 Bukan Ide Yaqut Seorang Diri

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:47 WIB

Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim

Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:46 WIB

Impor Pakaian Bekas Ilegal Tetap Marak, Dirjen Bea Cukai: Masyarakat Masih Mau Balpres

Impor Pakaian Bekas Ilegal Tetap Marak, Dirjen Bea Cukai: Masyarakat Masih Mau Balpres

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:43 WIB

Kasus Proyek PUTR, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK

Kasus Proyek PUTR, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok

Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam

Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Wilayah Pesisir

Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Wilayah Pesisir

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:39 WIB

Tangkap Sirajudin dalam Hotel di Jakarta, KPK Temukan Uang Rp 130 Juta

Tangkap Sirajudin dalam Hotel di Jakarta, KPK Temukan Uang Rp 130 Juta

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:35 WIB

×