Hingga Saat Terakhir, Rodrigo Tak Tahu Dirinya Akan Dieksekusi

Ruben Setiawan

Kamis, 30 April 2015 | 09:41 WIB
Hingga Saat Terakhir, Rodrigo Tak Tahu Dirinya Akan Dieksekusi
Foto terpidana mati kasus narkotika asal Brasil, Rodrigo Gularte, di RS St. Carolus [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Rodrigo Gularte, terpidana mati warga negara Brasil yang turut dieksekusi di Pulau Nusakambangan pada hari Rabu (29/4/2015), sebelum dieksekusi didiagnosa menderita schizophrenia dan kelainan bipolar.

Menurut pengakuan Charlie Burrows, pastor yang didapuk sebagai penasihat spiritualnya, Rodrigo tidak mengerti apa yang akan terjadi padanya hingga detik-detik akhir jelang eksekusi.

Kepada radio ABC Australia, Pastor Charlie mengungkap saat-saat terakhirnya bersama Rodrigo.

"Saya kira saya sudah membuat hatinya siap menerima bahwa dirinya akan diborgol, sebab dia memang orangnya tidak suka disentuh... Saya berkata kepadanya, 'Aku ini berusia 72 tahun, ketika kamu nanti terbangun di surga, kamu akan tahu di mana aku akan tinggal, tempat di mana aku membuat taman atau semacamnya'," kenang Pastor Charlie.

Rodrigo tampak tenang ketika ia diborgol oleh sipir penjara, namun mendadak jadi gelisah ketika diserahkan kepada polisi di luar penjara yang lalu memasangkan rantai pada kakinya.

"Saya kira ia paham bahwa ia akan dieksekusi, namun... ketika kakinya mulai dirantai, ia bertanya kepada saya, 'Oh Bapa, apakah aku akan dieksekusi?'," kisah Charlie.

Charlie, pastor yang menyaksikan eksekusi mati terhadap seorang warga negara Brasil lainnya pada bulan Januari silam mengatakan, Rodrigo mendengar bisikan di benaknya di hari-hari terakhir jelang eksekusi. Bisikan tersebut mengatakan bahwa dirinya akan baik-baik saja.

"Ia lebih percaya pada bisikan itu ketimbang pada orang lain," kata Charlie.

Pastor Charlie Burrows, bersama para penasihat spiritual serta kerabat delapan terpidana mati menyaksikan dari dekat eksekusi yang berlangsung Rabu dini hari. Ia berada di bawah tenda dekat lapangan pelaksanaan eksekusi.

Rodrigo tertangkap membawa enam kilogram kokain yang disembunyikan dalam papan selancar saat masuk ke Indonesia pada tahun 2004 silam. Ia divonis mati pada tahun 2005.

Brasil telah berulang kali memohon agar Indonesia membatalkan eksekusi mati terhadap Rodrigo atas dasar kemanusiaan, terutama karena gangguan mental yang dideritanya. Kepada pemerintah Indonesia, keluarga lelaki berusia 42 tahun itu juga telah menyerahkan laporan dari sejumlah dokter yang menyebutkan tentang penyakit jiwa yang ia derita. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jenazah Duo Bali Nine Diterbangkan dengan Garuda Besok Malam

Jenazah Duo Bali Nine Diterbangkan dengan Garuda Besok Malam

News | Rabu, 29 April 2015 | 20:43 WIB

Sebelum Dieksekusi, Terpidana Mati Nigeria Minta Maaf pada Jokowi

Sebelum Dieksekusi, Terpidana Mati Nigeria Minta Maaf pada Jokowi

News | Rabu, 29 April 2015 | 20:32 WIB

Terkini

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

×