Kampanye Damai Wartawan Aceh di World Press Freedom Day

Siswanto

Minggu, 03 Mei 2015 | 12:27 WIB
Kampanye Damai Wartawan Aceh di World Press Freedom Day
Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day [suara.com/Alfiansyah Ocxie]

Suara.com - Di Banda Aceh, wartawan memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day, Minggu (3/5/15), dengan aksi mengayuh sepeda atau "gowes for world press freedom day."

Para jurnalis dari lintas organisasi, mengitari sebagian wilayah Banda Aceh, mulai dari kawasan masjid raya Baiturrahman menuju wilayah Ule Lheu, sambil mengusung sejumlah poster yang mempertegas keberadaan jurnalis dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999.

Selain itu, para para kuli tinta yang ada juga membagi-bagikan sejumlah stiker kepada masyarakat sebagai bentuk kampanye terhadap kebebasan pers.

"Aksi kayuh ini kita lakukan sepanjang 20 kilometer. Ini sebagai salah satu bentuk kampanye kita kepada seluruh elemen yang ada, bahwa para jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya dilindungi oleh undang-undang. Sehingga kita harapkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap jurnalis tak terjadi lagi ke depan," kata Nurdin, anggota majelis pertimbangan organisasi Aliansi Jurnalis Independen Indonesia di Banda Aceh, Minggu (3/5/2015).

Menurutnya di Aceh --sebagai salah satu wilayah bekas konflik-- keberadaan jurnalis masih dibayangi berbagai tindak kekerasan maupun pelecehan. Sebagian dari catatan kasus yang ada, seperti teror pembakaran rumah terhadap jurnalis harian waspada di Langsa pada tahun lalu, kata dia, adalah bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum karena ketidaktahuan akan tugas dan tanggung jawab yang diemban jurnalis.

"Untuk itu pada WPFD 2015 ini, kita ingin masyarakat tahu lebih jauh akan hal-hal itu. Jurnalis memiliki tanggung jawab secara moral untuk menyampaikan informasi yang baik dan benar, sesuai dengan fakta kepada masyarakat, sehingga kebebasan pers itu harus dihormati," katanya.

Sekretaris AJI Banda Aceh Fakhrurradzie Gade mengatakan momentum peringatan Hari Pers Internasional hendaknya juga menjadi bagian penting bagi para jurnalis untuk melakukan instrospeksi diri sehingga dalam menjalankan tugas jurnalistik, mereka lebih bertanggung jawab dan profesional.

"Selain kita berharap pihak lain menghormati kebebasan pers, kita juga berharap WPFD 2015 ini menjadi momen instrospeksi diri, bagaimana menjadikan media dan jurnalis untuk lebih bertanggung jawab terhadap informasi yang disajikan," ujarnya.

Aksi kayuh sepeda para jurnalis menarik perhatian warga Banda Aceh yang sedang melakukan olahraga di lapangan Blang Padang. Sebagian diantara mereka bahkan ikut meneriakkan "hidup jurnalis" saat para pencari berita melintas. [Alfiansyah Ocxie]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Redaksi Harian "Sulteng Post" Diserang

Redaksi Harian "Sulteng Post" Diserang

News | Kamis, 12 Februari 2015 | 20:10 WIB

Pemerintah Didesak Kaji Ulang Penetapan Hari Pers Nasional

Pemerintah Didesak Kaji Ulang Penetapan Hari Pers Nasional

News | Senin, 09 Februari 2015 | 23:51 WIB

Tragedi Charlie Hebdo Ancam Kebebasan Berekspresi Seluruh Dunia

Tragedi Charlie Hebdo Ancam Kebebasan Berekspresi Seluruh Dunia

News | Kamis, 08 Januari 2015 | 16:01 WIB

Tangani Kasus Pemred Jakarta Post Jangan Pakai KUHP

Tangani Kasus Pemred Jakarta Post Jangan Pakai KUHP

News | Senin, 15 Desember 2014 | 17:14 WIB

Pemred Jakarta Post Batal Diperiksa Polisi Hari Ini

Pemred Jakarta Post Batal Diperiksa Polisi Hari Ini

News | Senin, 15 Desember 2014 | 12:45 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×