Suami Cerita Detik-detik Istri Hirup Zat Kimia yang Tumpah di Tol

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 05 Mei 2015 | 14:17 WIB
Suami Cerita Detik-detik Istri Hirup Zat Kimia yang Tumpah di Tol
Jenazah Kusmiati (28). Ia meninggal dunia setelah terkena dampak tumpahan zat kimia dari truk tangki yang kecelakaan di tol Angke [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Kusmiati (28) sebelumnya ditulis Kusniati, korban meninggal dunia akibat menghirup asap tumpahan zat kimia dari truk tangki nomor polisi L 8370 UN yang mengalami kecelakaan di jalan tol Angke arah Bandara Soekarno-Hatta kilometer 17.800, Selasa (5/5/2015) sekitar jam 03.48 WIB, sempat diminta suaminya, Deden (35), untuk keluar rumah lantaran aroma kimia tersebut sangat keras.

"Saya sendiri yang ngomong ke istri saya, almarhum Kurniati, jangan masuk ke dalam kamar. Aroma bahan kimianya itu tajam. Belum ada dua menit saja tenggorokan saya sudah sakit," kata Deden saat ditemui suara.com di rumah duka RSCM, Jakarta Pusat.

Deden langsung memberitahu istrinya tak lama setelah mendengar ada kecelakaan di jalan tol atau di atas pemukiman penduduk.

"Katanya truk tangki yang muat bahan kimia itu nabrak mobil yang di depannya terus terguling nabrak pembatasan jalan tol. Udah gitu bahan kimianya itu jatuh ke bawah ke pemukiman warga," katanya.

Tak lama kemudian, kata Deden, cairan zat kimia yang tumpah di jalan tol menetes ke kamarnya dan sebentar kemudian mengeluarkan asap.

"Ini asap yang ngebul ini zat kimia berbahaya. Sempet ngepul, asapnya ngebubung tinggi. Kan itu zat kimianya murni tinner. Ibaratnya masih bahan, asapnya kaya asap kebakaran gitu," katanya.

Deden sangat khawatir terjadi kebakaran. Dia langsung mengamankan perabotan rumah dan surat-surat berharga serta membawa kedua anak ke luar rumah.

"Saya rapihin TV sama surat-surat penting, baju. Isteri saya nanya, udah selesai semua, saya jawab udah. Kalo ada kebakaran gede, udah ga usah mikirin apa-apa. Yang penting surat-surat sama anak," kata dia.

Setelah Kusmiati terkena dampak asap, ia dibawa ke Rumah Sakit Atmajaya, Pluit, Jakarta Utara.

Namun, kata salah satu saudara, nyawa Kusmiati meregang di tengah jalan.

Dari Atmajaya, Kusmiati kemudian dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat.

Jenazah ibu dari dua anak tersebut rencananya akan dimakamkan di kampungnya, Tangerang, Banten.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Unit Laka Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Rahmat Dalizar mengatakan tubuh korban terkena dampak setelah cairan kimia tersebut merembes dari sela-sela jalan layang.

"Setelah truk tangki ketabrak kontainer, mungkin tangkinya bocor, selanjutnya zat kimia tumpah di jalan tol. Setelah tumpah, mungkin ada bocoran yang tembus ke bawah jembatan, lalu ada warga yang terkena," kata Rahmat.

Kasus tersebut sekarang sedang dalam penanganan kepolisian. Truk tangki pengangkut zat kimia itu sekarang sudah diamankan di pool derek jalan tol Jagorawi.

"Pengemudinya baru kita jemput dari Jagorawi, Kampung Makassar, kita belum adakan berita acara. Nanti kita akan tanyakan zat apa yang dibawa, darimana dan lain-lain. Kan itu biasanya tertulis di surat jalan," katanya.

Menurut informasi Traffic Management Center Polda Metro Jaya kendaraan yang terlibat kecelakaan, yakni truk kontainer nomor polisi B 9107 BEH, truk tangki L 8370 UN, taksi B 1431 KTH, dan Nissan Livina B 1416 SQP.

Petugas operator radio trunking Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Inspektur Polisi Satu Darno menjelaskan sebelum kejadian, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan datang dari arah Slipi menuju Pluit.

"Truk tangki L 8370 UN yang sedang berjalan di lajur kiri ditabrak oleh truk kontainer B 9107 BEH. Akibat ditabrak, truk tangki alami kebocoran dan muatan asam sulfat tumpah ke jalan. Saat bersamaan datang kendaraan Taxi B 1431 KTH dari arah yang sama, karena kaget lalu membuang kemudi dan bersenggolan dengan Nissan Livina B 1416 SQP," kata Sarno.

Pada waktu itu, polisi memastikan tidak ada korban jiwa dari kecelakaan lalu lintas. Kasus tersebut kemudian ditangani Satuan PJR dan Unit Laka Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Tapi tak lama kemudian muncul laporan baru lagi, yakni seorang warga yang berada di bawah jalan layang terkena cairan kimia.

Hingga saat ini, jenis zat kimia yang tumpah masih belum dapat dipastikan namanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Istri Tewas Akibat Tumpahan Zat Kimia di Tol, Suami: Saya Ikhlas

Istri Tewas Akibat Tumpahan Zat Kimia di Tol, Suami: Saya Ikhlas

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 13:06 WIB

Korban Tumpahan Zat Kimia Tewas Saat Dibawa ke RS Atmajaya

Korban Tumpahan Zat Kimia Tewas Saat Dibawa ke RS Atmajaya

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 12:51 WIB

Kronologis Kecelakaan Truk Isi Zat Kimia Akibatkan Warga Tewas

Kronologis Kecelakaan Truk Isi Zat Kimia Akibatkan Warga Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 11:35 WIB

Warga Korban Zat Kimia yang Tumpah di Tol Angke Dibawa ke RSCM

Warga Korban Zat Kimia yang Tumpah di Tol Angke Dibawa ke RSCM

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 11:03 WIB

Terkini

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Dari Laundry Hingga BRILink Agen Mekaar, Kisah Hernawati Dorong Inklusi Keuangan di Kaltim

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

QRIS Menembus Warung hingga Minimarket, Pembayaran Digital Makin Jadi Kebiasaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:20 WIB

×