Said Iqbal: Sah-sah Saja Buruh Punya Partai

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 06 Mei 2015 | 18:18 WIB
Said Iqbal: Sah-sah Saja Buruh Punya Partai
Suasana buruh dan sampah di depan Istana Merdeka. (suara.com/Bagus Santoso)

Suara.com - Ketua Konfederasi Serikat Buruh Indonesia Said Iqbal mengatakan sah-sah saja muncul wacana pembentukan partai berbasis buruh. Dengan adanya perpanjangan tangan di Parlemen, katanya, suara buruh dapat lebih didengarkan pemerintah.

“Itu sah-sah saja, asal aspiratif dan nilai juangnya terhadap buruh riil. Saat ini Di alam demokrasi, berpolitik berbeda pendapat bukan masalah, tapi catatannya bahwa partai itu murni datang dari nilai luhur buruh dan tidak ada intervensi dari pihak manapun, karena mereka butuh wadah aspirasi saat ini,” kata Said saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2015).

Said menyontohkan tokoh agama yang juga bisa mendirikan partai berbasis agama. Dengan demikian, proses keberagamaannya bisa dilindungi secara politik.

“Sah-sah saja jika orang memiliki gagasan tersebut. Tetapi politik jangan selalu diartikan sebagai buruk, busuk, pragmatis. Tapi politik yang berbasiskan cita-cita. Misal keberagamaan itu tadi mereka bisa menyampaikan gagasannya di parlemen. Karena proses pembuatan undang-undang itu di parlemen. Temen-temen yang berlatarbelakangkan dengan nasionalis, wajar mendirikan partai politik. Sangat wajar,” kata dia.

Menurutnya gagasan pembentukan partai buruh tidak hanya di Indonesia, bahkan semua negara di dunia sudah memiliki partai buruh. 

 “Jadi pandangan KSPI terkait wacana ini sah-sah saja. Mempunyai gagasan ada perlindungan terhadap politik. Secara konstitusi yang dimaksud perlindungan politik hanya melalui partai politik,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KSPI dan Polisi Susun Kronologis Kematian Tragis Sebastian

KSPI dan Polisi Susun Kronologis Kematian Tragis Sebastian

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 17:03 WIB

Istana Kirim Utusan ke Rumah Sebastian yang Bakar Diri di May Day

Istana Kirim Utusan ke Rumah Sebastian yang Bakar Diri di May Day

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 15:39 WIB

KSPI Tunggu Polisi Ungkap Motif Sebastian Bakar Diri di May Day

KSPI Tunggu Polisi Ungkap Motif Sebastian Bakar Diri di May Day

News | Rabu, 06 Mei 2015 | 15:28 WIB

Aktivis Buruh Bunuh Diri, FSPMI akan Demo Lanjutkan Perjuangan

Aktivis Buruh Bunuh Diri, FSPMI akan Demo Lanjutkan Perjuangan

News | Selasa, 05 Mei 2015 | 06:13 WIB

Jokowi akan Cek Kasus Aktivis FSPMI Bunuh Diri di GBK

Jokowi akan Cek Kasus Aktivis FSPMI Bunuh Diri di GBK

News | Senin, 04 Mei 2015 | 16:46 WIB

Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

Psikolog Coba Ungkap Motif Aktivis Buruh FSPMI Bunuh Diri di GBK

News | Senin, 04 Mei 2015 | 16:28 WIB

Terkini

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

Daftar Majelis Hakim PN Jakpus yang Bakal Adili Gugatan LCC MPR, Ada Sosok Ummi Kusuma Putri

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:27 WIB