Pemerintah Tajikstan Berencana Larang Penggunaan Nama Arab

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2015 | 07:39 WIB
Pemerintah Tajikstan Berencana Larang Penggunaan Nama Arab
Ilustrasi peta wilayan dan bendera Tajikstan (Shutterstock).

Suara.com - Pemerintah Tajikstan berencana melarang penggunaan nama-nama berbau arab di negara itu. Alasannya karena pemerintah khawatir nama-nama tersebut akan memantik radikalisasi umat Islam di wilayah pecahan Uni Soviet itu.

Presiden Emomali Rahmon pekan ini telah memerintahkan parlemen Tajikstan untuk mempertimbangkan pembuatan undang-undang yang melarang kementerian kehakiman untuk mendaftarkan nama-nama yang berasal dari Arab.

"Setelah mengadopsi aturan-aturan itu, kantor catatan sipil tidak akan menerima pencatatan nama asing, termasuk nama yang mirip dengan benda-benda, flora, dan fauna, demikian juga nama-nama yang berasal dari Arab," kata Jaloliddin Rahimov, seorang pejabat kementerian kehakiman, seperti dikutip kantor berita Rusia, Interfax.

Aturan baru itu akan berlaku hanya kepada anak-anak yang dilahirkan setelah undang-undang itu disahkan. Tetapi sejumlah anggota parlemen juga mendesak agar mereka yang menggunakan nama Arab untuk mengganti namanya menggunakan nama yang sesuai dengan budaya Tajik.

Tajikstan sendiri adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi dalam beberapa waktu terakhir memberlakukan aturan ketat terhadap umat Islam. Pada April lalu ini pemerintah melarang kaum lelaki untuk memelihara jenggot dan perempuan dibatasi dalam mengenak jilbab.

Salah satu faktor yang memicu pengambilan kebijakkan yang radikal ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa Tajikstan kini menjadi lahan subur rekrutmen bagi kelompok teroris termasuk ISIS.

Adapun pemerintah Tajikstan membantah jika kebijakannya itu bertujuan untuk menekan umat Islam. Pemerintah bahkan mengatakan sedang berencana membangun masjid terbesar di Asia Tengah, yang bisa menampung 100.000 jamaah. (IB Times)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:34 WIB

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:10 WIB

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:45 WIB

Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya

Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:19 WIB

Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi

Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:04 WIB